Catat! Ini Syarat Transisi EV Bisa Lebih Cepat di Industri Tambang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang percepatan transisi menuju kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) di Indonesia sangat terbuka, termasuk di sektor pertambangan. Terlebih lagi, Indonesia merupakan pemilik persediaan nikel terbesar di bumi dan Uni Eropa juga memberlakukan EU Battery Passport mulai Februari 2027 mendatang.

"Kita penghasil nikel, harusnya ini menjadi kesempatan nan bisa kita capture pak, silahkan. Jadi jika batu bara dan mineral lain sudah mulai dari tahun 70an. Nikel ini kan baru 2017, jadi infrastrukturnya juga tetap mencoba dipenuhi dengan keadaan nan sangat-sangat sukar, Karena apa? nan paling krusial itu adalah energi, kedua air, ketiga prasarana jalan dan sebagainya," ungkap Dewan Pengawas Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Djoko Widajatno dalam EV Transition In Mining Industry Outlook 2026 "The Future Of EV's In Mining Industry: Between Efficiency and High Investment", Rabu (29/4/2026).

Djoko bilang, area nan tergolong siap dan sudah lebih mapan untuk mengangkat EV biasanya berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Namun, area tambang di sekitar wilayah tersebut belum bisa mengangkat elektrifikasi.

"Listrik juga tetap pakai captive power plant, kemudian ada nan pakai PLN," terang dia.

Selain itu, tantangan berikutnya adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) nan kompeten. Mengingat, SDM tambang di wilayah Indonesia Timur ini biasanya tamatan SMP alias SMA.

Melihat kondisi tersebut, Djoko menekankan pentingnya membangun SDM berbobot agar mereka bisa mengoperasikan kendaraan alias alat-alat berat berbasis elektrik. Di sisi lain, dia juga mengingatkan aspek keselamatan sangat krusial dalam mengambil elektrifikasi di wilayah tambang. Mengingat, kendaraan alias alat-alat berat elektrik biasanya lebih rawan terbakar dan mempunyai susunan komponen nan lebih kompleks.

Maka dari itu, para pelaku upaya pertambangan aktif menggelar sesi edukasi secara rutin melalui beragam pertemuan dan training dengan melibatkan para tenaga kerja nan bekerja sebagai operator kendaraan alias perangkat berat tambang elektrik.

"Jadi di APBI ini berupaya untuk mengenalkan EV transition ini lewat edukasi, ada training for trainers, ada kerjasama dengan luar negeri, kita datangkan orang-orang untuk membicarakan dan mengajari teman-teman kita," ungkap dia.

Hal nan tak kalah krusial untuk mempercepat mengambil elektrifikasi di sektor tambang adalah kepastian regulasi. Djoko berambisi pemerintah dapat membikin izin mengenai investasi maupun penggunaan EV nan konsisten, termasuk di sektor pertambangan. Kepastian izin tentu bakal memudahkan para pelaku upaya tambang untuk menjalani proses transisi menuju elektrifikasi.

"Karena tanpa izin nan konsisten dan tidak ada agunan berusaha, kita mau investasi juga takut," tandas dia.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News