Cara Sederhana Turunkan Kolesterol dan Tingkatkan Kesehatan

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Cara Sederhana Turunkan Kolesterol dan Tingkatkan Kesehatan Ilustrasi.(Magnific)

MEMILIKI umur panjang merupakan angan banyak orang. Namun nan lebih krusial yaitu menjaga healthspan atau masa hidup dalam kondisi sehat tanpa penyakit kronis.

Seiring bertambahnya usia, kegunaan kardiometabolik seperti kontrol gula darah dan kadar kolesterol condong menurun. Namun, studi terbaru nan diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition memberikan bukti kuat bahwa perubahan pola makan sederhana dapat meningkatkan kualitas kesehatan secara signifikan.

Metodologi Penelitian

Peneliti di South Dakota State University melakukan uji coba terkontrol secara random selama 18 minggu terhadap orang dewasa berumur 65 tahun ke atas. Fokus utama penelitian ini yaitu melihat kualitas diet memengaruhi kesehatan metabolik. Sebanyak 36 partisipan dibagi menjadi dua golongan nan menjalani dua jenis diet berbeda:

  • Diet Omnivora: Menggunakan daging babi tanpa lemak nan diproses minimal sebagai sumber protein hewani utama, dikombinasikan dengan sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan produk susu.
  • Diet Vegetarian Lakto-Ovo: Berpusat pada lentil, kacang-kacangan, dan buncis sebagai sumber protein utama, ditambah dengan telur dan produk susu.

Hal terpenting dari kedua diet ini adalah pengurangan drastis konsumsi makanan ultra-proses (UPF). Pada awal studi, nyaris 50% kalori harian partisipan berasal dari UPF. Selama intervensi, nomor ini ditekan hingga hanya tersisa 11% sampai 14%.

Temuan Utama Studi

Hasil penelitian menunjukkan perbaikan kesehatan nan konsisten pada kedua kelompok, terlepas dari apakah mereka mengonsumsi daging alias protein nabati. Manfaat utama nan ditemukan meliputi:

  • Penurunan Berat Badan: Partisipan kehilangan rata-rata 3,8 hingga 4,4 kilogram tanpa sengaja melakukan pembatasan kalori.
  • Pengurangan Lemak Tubuh: Lemak visceral (lemak rawan di sekitar organ) berkurang sekitar 13%.
  • Sensitivitas Insulin Meningkat: Resistensi insulin turun sebesar 24% yang berfaedah tubuh menjadi lebih baik dalam mengelola gula darah.
  • Profil Kolesterol Membaik: Terjadi penurunan signifikan pada kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat) yang secara langsung menurunkan akibat penyakit jantung.
  • Perubahan Hormonal Positif: Hormon FGF21 (terkait izin daya dan umur panjang) meningkat, sementara hormon leptin (penanda lemak tubuh) menurun.

Batasan Penelitian

Meskipun hasilnya menjanjikan, studi ini mempunyai beberapa keterbatasan. Jumlah partisipan nan relatif mini (36 orang) dan homogenitas latar belakang (mayoritas kulit putih dan berilmu tinggi di wilayah perdesaan) membikin temuan ini belum tentu bisa digeneralisasi untuk populasi nan lebih luas. Selain itu, lama 18 minggu dianggap cukup singkat untuk memastikan apakah faedah ini dapat memperkuat dalam jangka panjang.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Temuan ini menegaskan bahwa Anda tidak perlu mengikuti diet nan sangat kaku untuk menjadi lebih sehat. Kuncinya adalah konsentrasi pada kualitas makanan dengan mengganti produk ultra-proses--seperti camilan kemasan, minuman manis, dan makanan siap saji--dengan makanan utuh (whole foods).

Langkah sederhana nan bisa dilakukan antara lain mengganti camilan bungkusan dengan kacang-kacangan alias buah segar serta lebih sering memasak di rumah agar mempunyai kontrol penuh atas bahan-bahan nan digunakan. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk olahan, Anda dapat mendukung keahlian tubuh untuk berfaedah secara optimal dan memperpanjang masa hidup sehat Anda.(EatingWell/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia