Cara mengepel lantai agar kesat dan bebas semut tanpa air panas, tanpa bahan kimia mahal

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Cara mengepel lantai agar kesat dan bebas semut tanpa air panas, tanpa bahan kimia mahal

cara mengepel lantai agar kesat | foto ilustrasi: Gemini AI

- Lantai rumah nan kotor tidak selalu terlihat jelas dari pandangan pertama. Terkadang tandanya lembut — warnanya mulai kusam, terasa sedikit licin saat diinjak, alias muncul aroma nan tidak sedap. Nah, jika semut tiba-tiba giat berparade di lantai rumah, itu juga bisa jadi pertanda bahwa lantai perlu perhatian lebih dari sekadar disapu.

Kebanyakan orang langsung mengepel dengan campuran air dan sabun pel biasa. Tapi bagi sebagian orang, langkah itu dirasa kurang maksimal. Makanya beragam trik pel-mengepel bermunculan di media sosial, salah satu nan terkenal adalah menggunakan air panas agar lantai lebih bersih.

Tapi gimana jika ada langkah nan lebih praktis, lebih hemat, dan hasilnya sama efektifnya — apalagi bisa sekaligus mengusir semut?

Trik Mengepel Simple

Warganet di akun TikTok @theremotereset membagikan trik mengepel lantai nan cukup mencuri perhatian. Tanpa air panas, tanpa produk pembersih mahal — hanya satu bahan dapur nan nyaris pasti sudah ada di rumah: cuka.

Bahan dan Alat nan Diperlukan

Sebelum mulai, siapkan dulu beberapa perihal berikut ini. Pertama, ember bersih dan perangkat pel komplit dengan kainnya. Kedua, air bersih secukupnya. Ketiga, cuka dapur — cuka putih alias cuka masak biasa sudah cukup. Terakhir, beberapa tetes minyak esensial pilihan seperti lemon alias peppermint, sifatnya opsional tapi sangat dianjurkan.

Langkah-Langkah Mengepel Lantai Pakai Cuka

Langkah 1 — Buat larutan pel

Cara mengepel lantai agar kesat dan bebas semut tanpa air panas, tanpa bahan kimia mahal

foto: TikTok/@theremotereset

Isi ember dengan air bersih, lampau tambahkan cuka dengan takaran nan sama banyaknya.

"(Use) 50/50 water and vinegar solution (Buat racikan air dan cuka dengan komparasi 50/50)," tegas pemilik akun TikTok @theremotereset, dikutip BrilioFood, Minggu (29/3/2026).

Untuk ukuran nan lebih konkret: jika ember diisi satu liter air, tambahkan satu liter cuka. Kalau ember nan dipakai lebih besar, sesuaikan saja dengan rasio nan sama.

Langkah 2 — Tambahkan minyak esensial

Teteskan lima hingga sepuluh tetes minyak esensial ke dalam larutan tadi. Pemilik akun @theremotereset biasa memakai aroma lemon alias peppermint. Kedua aroma ini dikenal sebagai pengusir semut alami nan cukup ampuh.

Kalau mau ragam lain, minyak esensial tea tree bisa jadi pilihan lantaran punya sifat antibakteri nan baik untuk area dapur. Lavender cocok dipakai di ruang tidur lantaran aromanya lebih lembut dan menenangkan. Sementara eucalyptus memberikan pengaruh segar sekaligus membantu mengusir nyamuk juga.

Langkah 3 — Pel seluruh area lantai

Cara mengepel lantai agar kesat dan bebas semut tanpa air panas, tanpa bahan kimia mahal

foto: TikTok/@theremotereset

Celupkan kain pel ke dalam larutan, peras hingga tidak terlalu basah, lampau pel seluruh area lantai rumah seperti biasa. Tidak perlu dibilas. Biarkan lantai mengering sendiri dan aroma cuka bakal menghilang dengan sendirinya dalam 15 hingga 30 menit.

Kenapa Cuka Bisa Bikin Lantai Kesat dan Mengusir Semut?

Trik ini bukan sekadar ikut-ikutan tren tanpa dasar. Ada penjelasan ilmiahnya.

Cuka mengandung masam asetat nan bekerja efektif melarutkan lemak, residu sabun, dan kotoran nan menempel di permukaan lantai. Itulah nan membikin lantai terasa kesat dan tidak licin setelah dipel. Tidak ada lapisan sabun nan tersisa, tidak ada kotoran nan tetap menempel tipis di permukaan.

Selain itu, masam asetat juga merusak jalur feromon semut. Semut berkomunikasi dan menemukan jalan lewat jejak kimia nan mereka tinggalkan — begitu jejak itu hilang, semut pun kehilangan arah dan tidak kembali ke area nan sama. Ditambah aroma cuka nan tajam, permukaan lantai nan sudah dipel dengan larutan ini memang menjadi tempat nan tidak nyaman bagi semut.

Tidak Semua Lantai Cocok Dipel Pakai Cuka

Ini nan sering terlewat dari konten-konten serupa, dan krusial untuk diketahui sebelum langsung mempraktikkannya.

Cuka berkarakter asam. Pada beberapa jenis lantai, penggunaan rutin bisa perlahan merusak permukaan. Lantai marmer dan granit alami sebaiknya dihindari lantaran masam bisa mengikis lapisan batu secara bertahap. Lantai teraso juga termasuk nan rentan terhadap unsur asam. Begitu pula lantai kayu nan tidak dilapisi sealant — cuka bisa meresap dan merusak serat kayunya.

Sebaliknya, larutan cuka kondusif dan efektif digunakan pada lantai keramik, lantai vinyl, lantai porselen, dan lantai semen alias plester. Jadi pastikan dulu jenis lantai di rumah sebelum mulai.

Seberapa Sering Sebaiknya Mengepel dengan Larutan Ini?

Untuk dapur dan area makan, gelombang dua hingga tiga kali seminggu sudah ideal lantaran area ini paling rawan sisa makanan dan remahan nan mengundang semut datang. Untuk ruang tamu dan bilik tidur, cukup sekali seminggu.

Kalau rumah sedang dalam kondisi sudah banyak semut, coba lakukan setiap hari selama satu hingga dua minggu pertama. Tujuannya untuk memutus total jalur feromon nan sudah terbentuk, sehingga semut tidak punya "peta jalan" lagi untuk kembali.

Simpan Sisa Larutan untuk Dipakai Lagi

Kalau larutan pel tetap tersisa setelah selesai mengepel, jangan langsung dibuang. Pindahkan ke botol semprot dan simpan di tempat nan sejuk dan terhindar dari sinar mentari langsung.

Sisa larutan ini bisa dipakai untuk menyemprot sudut-sudut ruangan nan sering dilalui semut, membersihkan noda sigap di permukaan dapur, alias menyemprot area dekat pintu masuk sebagai lapisan pencegah semut dari luar. Praktis, hemat, dan tidak perlu beli produk tambahan apa pun.

FAQ Mengepel Lantai

1. Apakah aroma cuka bakal tertinggal lama di lantai setelah dipel?

Bau cuka memang cukup menyengat saat proses mengepel berlangsung, tapi aroma ini menghilang sendiri dalam 15 hingga 30 menit setelah lantai kering. Penambahan minyak esensial seperti lemon alias peppermint juga sangat membantu menetralkan baunya lebih cepat.

2. Cuka jenis apa nan paling tepat untuk mengepel lantai?

Cuka putih alias white vinegar adalah pilihan terbaik lantaran tidak berwarna sehingga tidak meninggalkan noda alias jejak di permukaan lantai. Cuka apel juga bisa dipakai, tapi warnanya nan agak kekuningan perlu diperhatikan terutama pada lantai berwarna terang alias putih.

3. Apakah larutan cuka ini juga bisa membunuh kuman di lantai?

Cuka mempunyai sifat antimikroba ringan nan bisa membantu mengurangi jumlah kuman di permukaan lantai. Namun untuk kebutuhan disinfeksi nan lebih kuat, misalnya ketika ada personil family nan sedang sakit, sebaiknya tetap menggunakan disinfektan unik nan memang dirancang untuk itu.

4. Kalau tidak punya minyak esensial, apakah cuka saja sudah cukup?

Sudah cukup. Cuka saja sudah efektif membersihkan lantai sekaligus mengusir semut. Minyak esensial hanya berfaedah sebagai penguat aroma dan memberikan pengaruh anti-semut nan sedikit lebih tahan lama. Kehadirannya memang membantu, tapi bukan syarat utama.

5. Berapa lama pengaruh anti-semutnya bisa memperkuat setelah mengepel?

Efeknya bisa memperkuat beberapa hari, tergantung seberapa aktif lampau lintas di dalam rumah dan seberapa sigap aroma cuka menguap. Untuk hasil terbaik, lakukan pengepelaan secara rutin dan semprotkan sisa larutan ke sudut-sudut tertentu sebagai "booster" di antara agenda mengepel.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net