Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah bakal meletakan mesin canggih nan bisa menghitung jumlah produksi rokok di tiap perusahaan dan terhubung langsung ke Kantor Pusat Kementerian Keuangan.
"Sebentar Bea Cukai bakal menjalankan mesin untuk mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis nan di link ke pusat," kata Purbaya saat konvensi pers APBN di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Purbaya mengatakan, mesin ini bakal diterapkan pada pekan depan. Targetnya seluruh mesin penghitung otomatis produksi rokok di tiap perusahaan Industri Hasil Tembakau (IHT) itu bakal tuntas dalam enam bulan ke depan.
Menurutnya, dengan adanya mesin itu, nantinya tidak bakal ada lagi kebocoran setoran cukai di sektor IHT.
"Nanti kalkulasi rokok di pabrik bakal otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai, sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi, deteksinya cukup canggih," ucap Purbaya.
"Termasuk salah peruntukan, salah personifikasi, itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem baru," tegasnya.
Melalui sistem ini, Purbaya meyakini setoran Kepabeanan dan Cukai bakal bisa tumbuh cepat. Mengingat, hingga Mei 2026 baru sekitar Rp 123,8 triliun alias naik 0,7% dibanding periode nan sama tahun lalu.
Nilai itu pun baru setara 36,8% dari sasaran penerimaan kepabeanan dan cukai sepanjang tahun ini dalam APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·