Proses pemilihan dewan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030 mulai memasuki tahap uji kepantasan dan kepatutan alias fit and proper test.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan, penyelenggaraan fit and proper test perdana telah dilakukan pada Selasa (12/5) dan hasilnya ditargetkan diumumkan ke publik pada 22 Juni 2026.
Menurut Hasan, nama-nama dewan terpilih nantinya bakal diumumkan paling lambat tujuh hari sebelum penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI.
“Itu paling lambat (akan diumumkan) tujuh hari sebelum penyelenggaraan RUPST. RUPST ini tanggal 29. Jadi paling lambat 22 Juni [2026] sudah bakal diinformasikan kepada publik,” kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/5).
Hasan menjelaskan sebanyak empat paket berisi tujuh nan mengikuti proses seleksi setelah dinyatakan memenuhi pemeriksaan manajemen awal serta kriteria pencalonan nan telah ditetapkan.
Dia juga enggan membuka nama-nama nan ada dalam proses seleksi tersebut demi menjaga objektivitas juga agar tidak mengganggu jalannya seleksi.
“Semua ikut lantaran secara awal proses pemeriksaan kecukupan administratif maupun pemenuhan kriteria pengajuan calonnya, kita nyatakan sudah baik. Nanti kita tunggu ya, kami jaga dulu namanya enggak apa-apa ya,” jelasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·