Cak Imin Yakin Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2026, Ini Kuncinya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Menurut Cak Imin, langkah pemetaan wilayah tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Cak Imin menegaskan, strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya mengandalkan support sosial tunai. Pemerintah juga bakal memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi penduduk usia produktif.

Nantinya, masyarakat miskin ekstrem bakal diberikan training kerja singkat agar dapat segera terserap ke bumi kerja maupun membuka upaya mandiri.

"Bantuan sosial adalah alas sementara, di mana kata kunci nan sedang terus kita lakukan adalah pemberdayaan. Di antara program-program pemberdayaan nan sedang terus kita sorong adalah agar masyarakat miskin ekstrem bisa dilatih dalam waktu singkat dan kemudian bisa disalurkan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga bisa dihentikan beragam support perlindungan sosial," kata dia.

Dia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat berjuntai pada kecermatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data itu menjadi dasar pemerintah memastikan support dan program pemberdayaan tepat sasaran.

Meski demikian, pemerintah mengakui tetap ada tantangan di lapangan, terutama saat pencoretan penerima support nan dinilai tidak lagi berkuasa menerima bansos. Kondisi itu sempat memicu gejolak di masyarakat.

Karena itu, pemerintah mendorong kesiapan prasarana digital di setiap wilayah agar proses pendataan dan penyaluran support bisa melangkah lebih jeli dan transparan.

"Kita berambisi Inpres 8 Tahun 2025 itu betul-betul menjadi injakan bagi seluruh Program Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita