Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |12:59 WIB

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi persediaan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mencapai USD146,8 miliar. (Foto :Okezone.com)
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi persediaan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 mencapai USD146,8 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir September 2026 sebesar USD146,3 miliar.
BI menyebut peningkatan persediaan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Perkembangan ini terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah nan jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar finansial dunia nan tetap tinggi.
"Posisi persediaan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor alias 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (6/11/2026).
BI menilai posisi persediaan devisa tersebut bisa mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
"Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi persediaan devisa nan memadai," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·