Butuh Waktu, RI Batal Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana ekspor listrik ke Singapura tetap butuh waktu untuk dilaksanakan dan dipastikan tidak bakal melangkah pada tahun ini.

Alasannya, bahwa kebijakan ekspor listrik ke Singapura tetap memerlukan pembangunan prasarana nan menyantap waktu hingga 1,5 tahun.

"Tidak (bisa dilakukan tahun ini). Bangun fasilitasnya butuh waktu setidaknya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," ujar Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah tetap mengevaluasi perihal teknis kebijakan tersebut berbareng dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Saya pikir untuk perihal ini, kami tetap pertimbangan dengan Menteri ESDM. Harapannya, saat pertemuan pemimpin tadi, kita bisa finalisasi penerapan dari MoU nan sudah ditandatangani tahun lalu," ucap Airlangga.

Adapun rencana ekspor listrik ke Singapura sebesar 3 gigawatt (GW) diumumkan dalam pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong tahun lalu.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga berujar bahwa total investasi ekspor listrik mencapai US$ 10 miliar.

"Total investasinya minimal dalam kalkulasi kami nan kami sudah bangun ini sekitar US$ 10 miliar, minus area industri," sebut Bahlil usai pertemuan antara Prabowo dan Lawrence Wong, dikutip Selasa (9/6/2025).

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News