Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengandalkan investasi sebagai penggerak utama ekonomi untuk mencapai sasaran pertumbuhan 7,5% pada 2027
Total kebutuhan investasi nan telah tertuang dalam arsip rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 sebesar Rp8.677,39-Rp8.841,32 triliun.
"Untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2027, total kebutuhan investasi diperkirakan sebesar Rp8.677,39-Rp8.841,32 triliun," dikutip dari arsip RKP 2027, Jumat (8/5/2026).
Target nilai investasi tersebut didominasi oleh investasi dari swasta alias masyarakat dengan porsi 87,72% dengan nilai Rp7.612,15 hingga Rp7.597,74 triliun.
Sisanya oleh investasi BUMN senilai Rp556,3 hingga Rp619,06 triliun dan investasi pemerintah senilai Rp508,94 hingga Rp624,52 triliun. Masing-masing berkontribusi 6,41% dan 5,87% dari total keseluruhan nilai investasi.
"Dana internal swasta/masyarakat menjadi kontributor terbesar, sehingga peran sektor swasta dan masyarakat sangat menentukan dalam pencapaian sasaran investasi dan pertumbuhan ekonomi tahun 2027," sebagaimana tertuang dalam arsip RKP 2027.
Dalam arsip nan disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas itu, pembiayaan investasi BUMN berasal dari biaya internal serta sumber eksternal seperti angsuran perbankan, publikasi saham, dan obligasi.
Sementara itu, pembiayaan investasi swasta/masyarakat berasal dari angsuran perbankan, pasar modal (saham dan obligasi korporasi), serta biaya internal swasta/masyarakat nan porsinya paling dominan targetnya terhadap total kebutuhan investasi, ialah 76,75% alias setara Rp6.659,62 triliun sampai dengan Rp6.373,75 triliun.
Sebagaimana diketahui, 2027 sebagai tahun ketiga Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Tahun itu diarahkan sebagai tonggak percepatan pertumbuhan ekonomi menuju sasaran 8% pada 2029, dengan sasaran 2027 sebesar 5,9%-7,5% pada 2027
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·