burung cikalang(Doc Daniels/Wikimedia Commons)
KEMAMPUAN burung untuk terbang jarak jauh bukanlah perihal nan baru dalam bumi satwa. Namun, burung cikalang alias frigatebird mempunyai keahlian nan jauh lebih mengagumkan.
Burung laut ini diketahui bisa terbang selama berhari-hari tanpa mendarat, apalagi dapat tetap berada di udara hingga lebih dari satu minggu. nan lebih menarik, burung ini rupanya tetap dapat tidur meskipun sedang terbang di angkasa.
Temuan tersebut diungkap melalui penelitian nan dilakukan para intelektual terhadap burung cikalang besar (Great Frigatebird). Dengan memasang perangkat pemantau aktivitas otak dan pergerakan tubuh pada beberapa individu, para peneliti menemukan bahwa burung ini bisa tidur saat terbang melintasi lautan dalam perjalanan mencari makan.
Penelitian menunjukkan bahwa burung cikalang dapat melakukan tidur gelombang lambat alias slow-wave sleep dengan hanya menggunakan satu bagian otak dalam satu waktu.
Fenomena nan dikenal sebagai unihemispheric sleep ini memungkinkan satu sisi otak beristirahat sementara sisi lainnya tetap aktif untuk mengendalikan arah terbang dan menjaga kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Selain tidur dengan satu bagian otak, burung cikalang juga sesekali memasuki fase tidur nan lebih dalam alias rapid eye movement (REM). Meski demikian, lama tidur selama terbang tergolong sangat singkat.
Rata-rata burung cikalang hanya tidur sekitar 42 menit per hari ketika berada di udara, jauh lebih sedikit dibandingkan saat berada di daratan alias sarang.
Para intelektual menduga keahlian tersebut merupakan corak penyesuaian nan memungkinkan burung cikalang tetap memperkuat selama perjalanan panjang di atas lautan.
Burung ini memanfaatkan arus udara hangat nan naik ke atmosfer untuk melayang dengan daya minimal, sehingga dapat menghemat tenaga sembari tetap mencari makan dan beristirahat.
Cikalang dikenal sebagai salah satu burung laut dengan rentang terbang nan luas. Sayapnya nan panjang dan ringan memungkinkan burung ini melayang selama berjam-jam tanpa banyak mengepakkan sayap.
Dalam kondisi tertentu, burung cikalang dapat menghabiskan waktu hingga sekitar 10 hari alias lebih di udara sebelum kembali ke daratan.
Penemuan mengenai pola tidur burung cikalang tidak hanya memberikan wawasan baru tentang perilaku satwa liar, tetapi juga membantu para intelektual memahami gimana otak bisa berfaedah dalam kondisi rehat nan sangat terbatas.
Kemampuan luar biasa ini menjadikan burung cikalang sebagai salah satu jenis dengan penyesuaian terbang paling unik nan pernah ditemukan di dunia.
Sumber: Nature Communications, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), Max Planck Institute for Ornithology, UCLA
English (US) ·
Indonesian (ID) ·