Buruh Minta PT Samwon Jelaskan Alasan Tutup Pabrik di Jepara

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

PT Samwon mengumumkan bakal menutup total unit produksinya di Jepara mulai 1 Agustus 2026. Alasan nan disampaikan pihak manajemen lantaran perusahaan merugi selama 5 tahun kebelakang akibat menurunnya jumlah order.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, argumen berbeda dikemukakan oleh Disnaker setempat. Disnaker menyebut bahwa perusahaan tutup lantaran produksi tidak mencapai sasaran sehingga sering terjadi keterlambatan pengiriman.

"Letak perbedaan dua argumen tersebut adalah jika memang penurunan jumlah order maka memang masalah utamanya adalah soal kekurangan order. Tapi jika alasanya adalah sasaran produksi tidak tercapai sehingga sering terjadi keterlambatan pengiriman, ini artinya jumlah order tidak ada masalah dan mencukupi tetapi keahlian produksinya tidak memadai," kata Ristadi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ristadi mengatakan, pihak manajemen PT Samwon kudu terbuka jujur mana penyebab nan sebenarnya. Hal ini untuk memetakan penanganan lebih lanjut nan tepat demi menjaga gambaran suasana investasi khususnya sektor garmen di Indonesia.

Sebagai informasi, PT Samwon adalah pabrik garmen Korea Selatan nan mempunyai unit produksi di Semarang sejak sekitar tahun 2006 dengan nama PT Samwon Busana Indonesia. Perusahaan kemudian membangun unit produksi lagi di Jepara sekitar tahun 2015-an.

"Ada nan lebih asing adalah kenapa PT Samwon memilih menutup unit produksinya nan di Jepara nan bayaran minimumnya sekitar Rp 2,7 jutaan daripada menutup unit produksinya nan di Kota Semarang dengan UMK sekitar Rp 3,7 jutaan, nan artinya UMK Jepara lebih rendah sekitar Rp 1 jutaan," sebut Ristadi.

Menurut Ristadi, biasanya pengusaha bakal memilih unit produksinya nan berada di wilayah bayaran lebih rendah untuk efisiensi cost produknya. Ristadi menilai dari perspektif besaran UMK, keputusan tersebut tidak masuk logika kalkulasi ekonominya.

"Atau apakah lantaran ada masalah manajerialnya, SDM pekerjanya alias lantaran ada aspek lain nan membebani PT Samwon nan di Jepara. Pemerintah kudu lebih dalam menggali masalah nan sebenarnya terjadi di PT Samwon Jepara, untuk mitigasi terjadi pada perusahaan lainya," tuturnya.

Ristadi juga mengapresiasi Kemenperin nan melakukan langkah sigap atas kasus ini. Kemenperin langsung melakukan koordinasi serta konfirmasi dengan pihak manajemen perusahaan hingga Disnaker setempat.

"Juga berkomunikasi dengan pihak buyer di Amerika dan Asosiasi Pengusaha mengenai guna memitigasi dampak, memastikan hak-hak pekerjanya, menjaga order dan mencarikan kesempatan pekerjaan baru untuk korban PHK," tutup Ristadi.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance