Massa pekerja nan tergabung dalam Gerakan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII) melakukan unjuk rasa saat peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day di area Patung Kuda, Jakarta, Kamis (1/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
GSPMII menjadi salah satu organisasi pekerja nan turut ambil bagian dalam tindakan May Day di area tersebut dengan membawa delapan tuntutan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tuntutan mereka mulai dari menghapus pajak penghasilan, sahkan UU Ketenagakerjaan hingga Stop PHK. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kehadiran mereka mempertegas posisi serikat pekerja dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di tengah dinamika bumi kerja. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
“Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” ucap salah satu orator dalam unjuk rasa peringatan May Day 2026. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Panatauan dilokasi ratusan pekerja nan berasosiasi dalam GSPMII itu melakukan long march dari arah Jalan Thamrin dengan membawa spanduk dan poster tuntutan mereka. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Menurut pandangan mereka, izin nan bertindak saat ini dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan pekerja. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tidak berakhir di situ, GSPMII juga menyuarakan penolakan terhadap sistem kerja alih daya alias outsourcing. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Mereka menilai sistem tersebut merugikan pekerja dan perlu dihapuskan demi menciptakan keadilan dalam hubungan kerja. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·