Tangguh Yudha
, Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |17:08 WIB

Buruh Kecewa Berat dengan Draf RUU Ketenagakerjaan, Ini Reaksi Menaker (Foto: Kemnaker)
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli merespons kekecewaan pekerja terhadap draf RUU Ketenagakerjaan nan tengah dibahas DPR. Menaker menyebut perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari dinamika pembahasan dan tetap terbuka ruang bagi pekerja untuk menyampaikan aspirasi.
"Iya, ini bagian dari dinamika. Enggak apa-apa ya, kita selalu kita terus, jika ada masukan bisa lewat pemerintah alias bisa lewat DPR. Tentu ini kan inisiatif dari DPR, sehingga lebih banyak ya aspirasi itu teman-teman pekerja menyampaikan ke DPR. Tapi kelak ada proses pembahasan berbareng nanti," kata Yassierli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dia menjelaskan, proses penyusunan RUU Ketenagakerjaan tetap berjalan. Pemerintah telah menyampaikan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), sementara DPR tetap menghimpun masukan dari beragam pihak, termasuk pengusaha dan serikat pekerja.
"Jadi nan pertama ini kan prosesnya tetap berjalan. Jadi, draf RUU-nya sudah ada. Kami dari pemerintah sudah memberikan DIM, dan teman-teman dari DPR juga sekarang tetap terus menggalang aspirasi dari Apindo, dari pekerja Serikat Pekerja. Dan ini tetap masih berjalan, ya," lanjutnya.
Menurut Yassierli, pembahasan antara pemerintah dan DPR nantinya juga tetap membuka ruang untuk beragam masukan. Dirinya berambisi proses pembahasan berjalan transparan dan dapat menghasilkan izin nan mengakomodasi kepentingan industri maupun pekerja.
"Semua masukan-masukannya ada. Jadi, kita sesuai dengan angan para pekerja kita prosesnya transparan, teman-teman bisa mengikuti, dan kelak kita tentu berambisi hasil nan terbaik nanti. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya," sebutnya.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·