Bursa Luncurkan Saham Hijau, 3 Emiten Masuk Daftar

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan saham berbasis hijau alias IDX Green Equity Designation sebagai upaya memperkuat ekosistem finansial berkepanjangan di pasar modal Indonesia. Hingga hari peluncuran tersebut, terdapat tiga saham dengan status IDX Green Equity Designation.

Status unik ini diberikan kepada saham nan memenuhi kriteria sebagai perusahaan nan menjalankan aktivitas ekonomi hijau alias mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Penetapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas perusahaan, memudahkan penanammodal memperoleh info nan terstruktur, terukur, transparan, dan telah melalui proses verifikasi independen.

Tiga saham perdana nan ditetapkan BEI tersebut adalah PT Hero Global Investment Tbk (HGII) sebagai Saham Hijau (Green Equity), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) sebagai Saham Hijau (Green Equity), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebagai Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketiga perusahaan tersebut telah berperan-serta dalam proses piloting dan memberikan kontribusi krusial dalam memastikan kerangka ini dapat diterapkan secara efektif dalam kondisi upaya nan nyata," terang Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam sambutannya di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (28/2026).

Jeffrey mengatakan, BEI terus mendorong perusahaan tercatat untuk berkontribusi terhadap ekonomi hijau. Hal tersebut sejalan dengan preferensi penanammodal terhadap komitmen berkepanjangan perusahaan tercatat.

Hingga akhir Juli tahun 2026, 83% perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan tahun 2025. Kemudian 15% di antaranya memperoleh assurance independen dan sekitar 62,5% perusahaan dalam IDX80 telah mempunyai sasaran net zero.

"Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya arah keberlanjutan di pasar modal, sekaligus pentingnya sistem nan membantu penanammodal mengidentifikasi dan menilai komitmen perusahaan secara objektif," jelas Jeffrey.

Jeffrey membujuk seluruh pihak untuk menyepakati tiga perihal mengenai saham hijau. Pertama, transparansi kudu menjadi kunci dalam membangun kepercayaan di pasar. Kedua, dia menegaskan Green Equity Designation bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal nan dapat mendorong perusahaan memperluas partisipasi dalam penerapan prinsip ekonomi hijau Ketiga, dia membujuk perusahaan tercatat untuk menciptakan nilai tambah dari prinsip keberlanjutan.

"Dengan memperkuat daya saing, memperluas pedoman investor, dan tentunya membuka kesempatan pendanaan jangka panjang," pungkas Jeffrey.

(ahi/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance