Bupati Purwakarta Perketat Izin Keramaian Usai Pemilik Hajatan Dikeroyok Preman

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Purwakarta -

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), membatasi dan memperketat perizinan keramaian di tempat hajatan. Kebijakan ini diambil menyusul tewasnya seorang penyelenggara acara pesta pernikahan setelah dikeroyok preman.

"Hari ini saya mengeluarkan Surat Edaran untuk membatasi dan memperketat perizinan serta pengawasan izin keramaian di tempat hajatan," kata Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, di Purwakarta, dilansir Antara, Senin (6/4/2026).

Ia menyampaikan kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai corak tanggung jawab pemerintah agar keselamatan masyarakat tetap terjaga saat menyelenggarakan aktivitas hajatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya turut berdukacita atas meninggalnya penduduk di Campaka. Jangan pernah ragu, percayakan sepenuhnya penanganan kasus penganiayaan di tempat acara nan terjadi di Purwakarta kepada pihak kepolisian. Saya meyakini kepolisian bakal menangani sesuai patokan perundang-undangan nan berlaku," katanya.

Pada Sabtu (4/4), Dadang (57) nan merupakan penduduk Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, meninggal setelah dipukuli sejumlah pemuda nan diduga mabuk di tengah pesta pernikahan anaknya.

Saat kejadian, Dadang tengah menggelar pesta pernikahan anaknya di rumah. Untuk menghibur tamu undangan, pesta tersebut dimeriahkan organ tunggal.

Pada pukul 14.50 WIB, ketika intermezo organ sedang berlangsung, segerombolan orang nan diduga dalam keadaan mabuk turut datang ke letak hajatan.

Mereka meminta duit kepada pemain organ dengan argumen untuk membeli tambahan minuman. Penyelenggara organ memberikan duit Rp 100 ribu, tetapi orang tersebut menolak dengan argumen tetap kurang.

Sekelompok orang itu meminta Rp 500 ribu, tetapi ditolak, dan akibat penolakan dari pihak family itu diduga memicu kemarahan para pelaku. Situasi nan semula kondusif berubah menjadi mencekam dalam hitungan menit.

Para tamu undangan panik, sebagian berlarian, sementara nan lain berupaya melerai. Namun, keributan justru berujung pada tindakan kekerasan brutal.

Di tengah kekacauan, Dadang nan tengah mengurus jalannya aktivitas justru menjadi sasaran amukan. Ia dipukul menggunakan barang keras hingga mengenai bagian kepala dan tak sadarkan diri di letak itu.

Aksi sekelompok pemuda mabuk itu terekam dalam sebuah video dan beredar luas di wilayah Purwakarta.

Menurut bupati, surat info mengenai pembatasan, pengetatan perizinan, serta pengawasan izin keramaian di tempat acara bermaksud menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan setiap aktivitas keramaian mempunyai pengawasan nan jelas dari abdi negara dan pemerintah daerah.

Ia mengimbau masyarakat agar setiap aktivitas acara tetap mematuhi aturan, menjaga suasana kondusif lingkungan, serta berkoordinasi dengan abdi negara keamanan sebelum menggelar aktivitas nan melibatkan keramaian.

"Pemerintah Kabupaten Purwakarta berambisi dengan adanya kebijakan ini, seluruh aktivitas masyarakat dapat melangkah aman, tertib, dan tidak menimbulkan bentrok maupun kejadian nan merugikan warga," katanya.

(idh/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News