Buntut Kericuhan Kontra Ratchaburi FC, Persib Bandung Resmi Tutup Tribun Selatan Stadion GBLA

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Buntut Kericuhan Kontra Ratchaburi FC, Persib Bandung Resmi Tutup Tribun Selatan Stadion GBLA

Buntut Kericuhan Kontra Ratchaburi FC, Persib Bandung Resmi Tutup Tribun Selatan Stadion GBLA. (Foto: Instagram/persib)

BANDUNG - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Tribun Selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas kejadian kericuhan nan meledak setelah laga krusial melawan klub asal Thailand, Ratchaburi FC, pada Rabu 18 Februari 2026 lalu.

Seperti diketahui, kericuhan sempat terjadi selepas laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026. Pertandingan itu dihelat di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat.

Kendati menang tipis, kekecewaan mendalam menyelimuti stadion lantaran hasil tersebut tidak bisa menyelamatkan nasib tim di kancah Asia. Dalam laga itu, Persib sejatinya sukses memetik kemenangan 1-0.

Namun, hasil 1-0 ini tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan agregat. Maung Bandung —julukan Persib— tersingkir lantaran kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.

Kegagalan melangkah lebih jauh di kejuaraan bergengsi ini memicu reaksi keras dari sejumlah oknum suporter nan datang langsung di tribun.

1. Sanksi Penutupan Sektor

Seusai pertandingan, kejadian kericuhan sempat pecah di Stadion GBLA. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengakui kejadian itu bermulai dari suporter nan tak puas Persib tersingkir dari ACL Two 2025-2026. Kekecewaan nan tidak terkendali tersebut berubah menjadi tindakan pemberontak nan mencederai nilai-nilai sportivitas.

 Instagram/persib) Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/persib)

"Dalam dinamika tersebut, terjadi sejumlah kejadian seperti pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan objek, penyalaan petasan, serta pitch invasion nan melibatkan sebagian oknum suporter. Situasi ini menjadi perhatian serius, terlebih lantaran pertandingan berjalan dalam kejuaraan level Asia nan turut membawa nama Persib, Bandung, dan Indonesia," terang Adhitia dikutip dari laman resmi Persib Bandung, Minggu (22/2/2026).

Beredar berita bahwa kericuhan pecah dari tribun selatan stadion GBLA. Oleh karena itu, tribun tersebut menjadi sorotan lantaran dianggap sebagai biang masalah. Pihak manajemen merasa perlu mengambil tindakan preventif nan nyata untuk mencegah hukuman lebih berat dari otoritas sepak bola nan lebih tinggi, mengingat laga tersebut berskala internasional.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com