Bukan Sekadar Alat Mobilitas, Motor Punya Efek Ekonomi Besar

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Keseruan kumparanOTO On The Road berbareng Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sepeda motor selama ini identik dengan perangkat mobilitas sehari-hari. Kendaraan roda dua digunakan untuk bekerja, mengantar keluarga, hingga menjalankan beragam aktivitas usaha.

Namun, faedah sepeda motor tidak berakhir ketika kendaraan sampai di tangan konsumen. Di kembali satu unit motor terdapat rantai industri nan panjang, mulai dari pemasok komponen, proses produksi, distribusi, hingga beragam aktivitas ekonomi nan tumbuh setelah kendaraan digunakan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam aktivitas kumparan On The Road kerjasama dengan Astra Honda Motor (AHM). Selain riding bersama, aktivitas ini menghadirkan sesi obrolan nan membahas ekosistem sepeda motor berbareng pabrikan dan komunitas.

Keseruan obrolan kumparanOTO On The Road berbareng Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan satu sepeda motor melibatkan banyak industri sebelum akhirnya sampai ke konsumen.

"Karena satu sepeda motor itu jangan dibayangkan ketika konsumen menerima unit sepeda motor alias ketika teman-teman mengendarai sepeda motor, tapi sebelum teman-teman mengendarai sepeda motor, itu ada prosesnya nan jauh di depannya," kata Muhibbuddin di Kantor kumparan, Minggu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, AHM saat ini didukung 153 perusahaan pemasok di sisi hulu, mulai dari produsen baut, rantai, hingga beragam komponen lainnya. Setelah proses perakitan, rantai tersebut bersambung ke sekitar 1.000 perusahaan di sisi hilir nan mendukung pengedaran hingga produk sampai ke konsumen.

"Kalau ditotal dari hulu sampai ke hilir ini, ada sekitar 671.000 orang nan bekerja di industri ini. Jadi sungguh besarnya, sungguh masifnya industri sepeda motor roda dua ini," ujarnya.

Keseruan obrolan kumparanOTO On The Road berbareng Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Besarnya ekosistem tersebut membikin kondisi pasar sepeda motor ikut berpengaruh terhadap keberlangsungan banyak perusahaan dan tenaga kerja di dalamnya.

"Karenanya jika misalkan market-nya itu terganggu, maka dengan sendirinya ini bakal berakibat ke 671.000 orang nan bekerja di dalamnya, dan juga berakibat ke kontribusi kita ke negara," kata Muhibbuddin.

Menurutnya, kegunaan sepeda motor juga tidak sebatas sebagai kendaraan untuk beranjak tempat. Sebagian besar pengguna memanfaatkannya untuk aktivitas nan mempunyai nilai ekonomi.

"Inilah sebuah ekosistem nan berupaya memberikan solusi mobilitas produktif. Kata kuncinya itu. Kami menggunakan kata 'solusi mobilitas produktif' ini lantaran memang mostly sepeda motor ini digunakan oleh konsumen untuk kegiatan-kegiatan produktif nan ekonomis," jelasnya.

Keseruan kumparanOTO On The Road berbareng Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Artinya memang si sepeda motor ini digunakan tidak hanya bekerja, tidak hanya mencari uang, tapi juga menyuport mereka agar bisa ekonomis dalam running bisnisnya, melaksanakan aktivitasnya," sambung Muhibbuddin.

Efek ekonomi tersebut kemudian bersambung di tingkat pengguna. Travel & Konten Kreator Otomotif, Rangga Pramudita namalain Masrang, memandang organisasi motor menjadi salah satu ruang nan ikut melahirkan kesempatan usaha.

"Awalnya tuh biasanya ketika kita ke komunitas, kita tuh punya banyak rumor nan tidak terjawab. Biasanya di organisasi itu terjawab. Mulai dari 'oli apa sih nan bagus?', 'Bang apa sih nan oke?'. Dari perihal mini itu organisasi bisa menjawab," kata Masrang.

Keseruan obrolan kumparanOTO On The Road berbareng Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Sabtu (6/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurutnya, hubungan di organisasi kemudian bisa berkembang menjadi upaya nan berangkaian dengan bengkel, modifikasi, aksesori, hingga upaya nan dijalankan sesama anggota.

"Dari situ timbullah circle-circle baru, apalagi impact-nya itu ke bengkel, ke wirausaha komunitas, sampai ke situ. Jadi jika ditanya, 'Motor bisa menghidupi enggak sih?' Enggak hanya bisa menghidupi, tapi menjanjikan," terangnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan