Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya Abu Vulkanik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik bisa mengandung material tajam seperti kaca vulkanik, kristal, dan pecahan batuan.

"Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Di dalamnya bisa terdapat material tajam seperti kaca vulkanik, kristal, dan pecahan batuan nan dapat mengganggu pernapasan, mata, dan kulit," tulis Badan Geologi dalam unggahan instagram @badan.geologi, dikutip Senin (7/9/2026).

Badan Geologi menyebut sebaran abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat sekitar. Material nan ikut terbang berbareng abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan gangguan pada mata dan kulit, hingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang jika terpapar dalam jumlah banyak.

Badan Geologi mengimbau masyarakat sekitar wilayah gunung api nan erupsi untuk melakukan mitigasi seperti:

- Gunakan masker nan sesuai: Pilih masker nan menutup hidung dan mulut dengan baik (misal N95 alias masker medis)

- Tutup ventilasi dan celah rumah: Kurangi masuknya abu ke dalam rumah

- Lindungi mata dengan kacamata pelindung: Untuk melindungi mata dari abu dan iritasi

- Bersihkan abu secara rutin: Bersihkan abu dari jendela, teras, dan permukaan lain secara rutin

- Kurangi aktivitas di luar ruangan: Terutama saat konsentrasi abu tinggi

Status Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Saat ini, tingkat aktivitas Anak Krakatau di posisi Level III (Siaga). Badan Geologi mengimbau masyarakat jangan masuk dalam radius 3 KM dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Waspada terhadap potensi awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan jangan mempercayai rumor tsunami akibat erupsi.

"Ikuti pengarahan BPBD setempat," tutup Badan Geologi.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News