Bukan Cuma Gatal, Studi Ungkap Ketombe Bisa Ganggu Kualitas Hidup Perempuan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Bukan Cuma Gatal, Studi Ungkap Ketombe Bisa Ganggu Kualitas Hidup Perempuan. Foto: Shutter Stock

Ketombe kerap dianggap sebagai masalah kulit kepala nan kecil. Serpihan putih di rambut alias bahu, rasa gatal, hingga kulit kepala nan terasa kurang nyaman kerap dianggap bisa selesai hanya dengan mengganti sampo.

Namun ketika kondisi tersebut muncul berulang, dampaknya rupanya tidak selalu berakhir pada kulit kepala. Hal ini terungkap dalam studi nan diterbitkan dalam jurnal Mycoses. Studi tersebut menemukan bahwa ketombe dan seborrheic dermatitis dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas hidup seseorang.

Menariknya, dari 3.000 pasien nan diteliti, kualitas hidup perempuan lebih banyak terdampak dibandingkan laki-laki.

Ketombe bisa memengaruhi kualitas hidup

Ketombe bisa memengaruhi kualitas hidup. Foto: Shutter Stock

Penelitian nan dilakukan oleh Jacek C. Szepietowski dan tim tersebut melibatkan 3.000 pasien dengan seborrheic dermatitis alias ketombe. Para peneliti kemudian mengukur kualitas hidup mereka menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI), sebuah instrumen nan digunakan untuk memandang seberapa besar masalah kulit memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang.

Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata skor DLQI seluruh peserta mencapai 6,92. Pasien dengan ketombe mempunyai rata-rata skor 5,34, sementara pasien dengan seborrheic dermatitis mencapai 7,73 dan mereka nan mengalami keduanya mencapai 7,54. Semakin tinggi skor DLQI, semakin besar pula akibat kondisi kulit terhadap kualitas hidup.

Peneliti juga menemukan adanya perbedaan berasas karakter pasien. Perempuan, golongan usia lebih muda, serta mereka nan punya tingkat pendidikan lebih tinggi mengalami akibat kualitas hidup nan lebih besar dibandingkan golongan lainnya.

Studi tersebut tidak menyimpulkan bahwa jenis kelamin menjadi penyebab langsung perbedaan tersebut, tetapi menunjukkan adanya perbedaan pengalaman terhadap kondisi kulit kepala di antara golongan pasien.

Bukan sekadar masalah penampilan

Bukan sekadar masalah penampilan. Foto: Shutter Stock

Temuan tersebut menjadi menarik ketika dikaitkan dengan gimana masalah kulit kepala dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketombe nan terlihat pada rambut alias busana dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika seseorang kudu beraktivitas di ruang publik, bekerja, alias berjumpa dengan orang lain.

Dalam studi tersebut, wanita mempunyai skor nan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada aspek rasa malu dan pilihan pakaian.

Artinya, persoalan ketombe dan kondisi kulit kepala dapat mempunyai dimensi nan lebih luas daripada sekadar munculnya serpihan putih. Ketika masalah tersebut berjalan terus-menerus, rasa gatal, ketidaknyamanan, dan kekhawatiran terhadap tampilan rambut dapat ikut memengaruhi pengalaman seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Karena itu, perawatan ketombe tidak hanya berangkaian dengan gimana menghilangkan serpihan nan terlihat. Kondisi kulit kepala secara keseluruhan, termasuk minyak, hidrasi, mikrobioma, serta kegunaan lapisan pelindung kulit alias scalp barrier, juga menjadi bagian nan mulai mendapat perhatian dalam pembahasan kesehatan kulit kepala.

Pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan pengetahuan dermatologi nan memandang kulit kepala sebagai ekosistem. Daripada hanya berfokus pada indikasi nan terlihat, menjaga kondisi kulit kepala secara menyeluruh menjadi salah satu pendekatan nan semakin diperhatikan dalam perawatan ketombe.

CLEAR Soroti Pentingnya Scalp Barrier

CLEAR Soroti Pentingnya Scalp Barrier. Foto: CLEAR

Pembahasan mengenai kesehatan kulit kepala tersebut turut menjadi perhatian CLEAR dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) nan berjalan pada 6–8 Agustus 2026 di Yogyakarta. Dalam aktivitas nan mempertemukan lebih dari 2 ribu tenaga medis dari seluruh Indonesia tersebut, CLEAR menghadirkan sesi ilmiah nan membahas perkembangan pemahaman mengenai ketombe dan kondisi scalp barrier.

Dalam sesi berjudul "Understanding Men's Scalp Vulnerabilities: Sebum, Barrier Strength & Microbiome Imbalance", dr. Mufqi Handaru Priyanto, Sp.DVE, menjelaskan bahwa ketombe tidak semata-mata berangkaian dengan keberadaan jamur penyebab ketombe. Menurutnya, kondisi lapisan pelindung alami kulit kepala alias scalp barrier juga berkedudukan dalam menjaga keseimbangan ekosistem kulit kepala.

Ketika scalp barrier terganggu, kulit kepala dapat menjadi lebih rentan kehilangan kelembapan, mengalami rasa gatal, memproduksi minyak berlebih, hingga mengalami masalah ketombe nan berulang. Karena itu, pendekatan modern terhadap ketombe mulai diarahkan tidak hanya untuk mengatasi serpihan nan muncul, tetapi juga membantu menjaga kondisi kulit kepala secara menyeluruh.

CLEAR Hadirkan Pendekatan ScalpPro Tech™️

CLEAR Hadirkan Pendekatan ScalpPro Tech™️. Foto: CLEAR

Melalui PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026, CLEAR juga memperkenalkan CLEAR Scalp Health & Science Research Book nan merangkum penelitian selama lebih dari 50 tahun mengenai kesehatan kulit kepala dan melibatkan 1.100 dermatolog dari beragam negara.

Riset tersebut kemudian menjadi salah satu landasan pengembangan CLEAR ScalpPro Tech™️, teknologi nan memadukan Piroctone Olamine untuk melawan jamur penyebab ketombe dengan Niacinamide nan membantu melawan minyak berlebih sekaligus memperkuat kegunaan scalp barrier.

Teknologi tersebut datang dalam sejumlah produk CLEAR, termasuk CLEAR Sampo Menthol Segar, CLEAR Sampo Perawatan Komplit, dan CLEAR Sampo Anti Ketombe & Rambut Rontok. CLEAR juga menghadirkan rangkaian scalp tonic, seperti CLEAR Scalp Tonic Anti Ketombe Apek dengan 3,5% Niacinamide+Hyaluron Complex serta CLEAR Scalp Tonic Anti Ketombe Pro dengan 3,5% Niacinamide+Ceramide Complex.

Untuk kebutuhan kulit kepala pria, CLEAR turut mempunyai rangkaian CLEAR MEN ULTRA dengan formula 3X Scalp Barrier Defense dan 3X Ultra Protection nan datang dalam jenis Menthol Fresh Active, Oil Control, dan Anti Hair Fall.

Tak hanya membawa penemuan produk, CLEAR juga memperkenalkan website interaktif nan memungkinkan masyarakat melakukan skrining kondisi scalp barrier secara mandiri. Pengguna dapat mengunggah foto kulit kepala dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala serta style hidup sehari-hari.

Hasil skrining kemudian memberikan kajian mengenai kondisi kulit kepala beserta rekomendasi perawatan nan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kehadiran fitur tersebut menjadi bagian dari upaya CLEAR untuk membikin edukasi mengenai kesehatan kulit kepala lebih mudah diakses masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan