Respons Hendriyan S. Al Fatah saat disinggung perihal nilai lelang Porsche Carrera 911 G50 miliknya nan dibuka mulai Rp 49 juta, dan dinilai terlalu murah itu seolah terbayar lunas. Bagaimana tidak, peralatan langka nan antik itu nyatanya tetap laku miliaran rupiah.
"Ya itu nanti, para kolektor itu sudah tahu nilai mobil tersebut. Pastinya begitu, langka itu di bumi nan setir kanan hanya 64 unit jika tidak salah," katanya ketika dihubungi beberapa hari sebelum agenda lelang diselenggarakan pada Kamis, 4 Juni 2026.
Saat dihubungi kembali, Hendriyan bercerita soal info nan dia dapatkan dari pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang alias KPKNL Tasikmalaya, bahwa mobil itu akhirnya sukses ditebus dengan nilai lebih dari Rp 3 miliar.
"Informasi dari KPKNL Tasikmalaya tadi itu sultan Jakarta Selatan menangkan lelang Porsche (Carrera 911 G50) di nilai Rp 3,270 M," ujar Hendriyan Al Fatah di seberang telepon kepada kumparan, Kamis (4/6/2026) malam.
Nominal nan bisa dibilang mirip-mirip kala dirinya juga pertama membeli mobil tersebut dari hasil lelang nan dilakukan di Pontianak beberapa tahun lalu. Hendriyan bercerita, Porsche Carrera 911 G50 nan awalnya berkelir hitam itu dia bayar sekitar Rp 1,8 miliar.
"Saya restorasi, itu semua komponen orisinil, lenyap ratusan juta (rupiah) ada sepertinya Rp 800-900 jutaan. Tapi tetap aja ada nan tanya itu buatan sendiri alias tiruan begitu," ceritanya.
Disebutnya, populasi Porsche Carrera 911 G50 unik setir kanan terbilang banget sangat langka. Lantaran jumlah produksinya nan pernah tersalurkan ke seluruh bumi apalagi tidak sampai ratusan unit. Selama kepemilikannya, diakuinya mobil tersebut hanya jadi peralatan pajangan.
"Iya, namanya mobil kolektor tidak bisa dipakai kemana-mana. Surat-surat juga hasil lelang negara saja, soalnya mobilnya juga gak pernah kemana-mana. Nongkrong saja di garasi," tandas Hendriyan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·