Budiman Sidjatmiko Sesalkan Diskusi di UGM Berakhir Ricuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyesalkan penghentian aktivitas diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (15/6) malam. Menurut dia, forum nan semestinya menjadi ruang berganti pendapat itu terpaksa berhujung lebih sigap setelah situasi di dalam ruangan memanas.

"Seharusnya kita bisa berbincang dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berbincang dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman dalam keterangannya usai acara.

Budiman mengatakan dirinya sebenarnya tidak keberatan untuk tetap berada di dalam gedung dan menemui mahasiswa. Namun, petugas keamanan memutuskan mengevakuasinya lantaran cemas kondisi semakin tidak terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara berjudul 'Kopdar Bareng Mas Dar' itu menghadirkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Budiman Sudjatmiko sebagai narasumber.

Pada awal diskusi, Sudaryono menjelaskan argumen pemerintah menyiapkan skema ekspor melalui satu pintu. Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan untuk menutup beragam celah nan selama ini menyebabkan kerugian negara akibat perbedaan laporan ekspor dan impor.

Sudaryono menyebut praktik pelaporan nan tidak sinkron antara info di dalam negeri dan negara tujuan ekspor telah berjalan selama puluhan tahun. Ia menilai kondisi itu menjadi salah satu argumen Presiden Prabowo Subianto mendorong tata kelola ekspor nan lebih terpusat.

Selanjutnya, Nusron Wahid menyampaikan keyakinannya bahwa beragam program pemerintah tetap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga optimistis Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi dunia nan tengah berlangsung.

Diskusi awalnya berjalan tertib. Mahasiswa nan datang tampak menyimak pemaparan para narasumber dan mengikuti jalannya aktivitas dengan kondusif.

Situasi mulai berubah ketika Budiman mendapat giliran berbicara. Dalam paparannya, dia menegaskan pemerintah tidak bakal membungkam kebebasan beranggapan dengan cara-cara nan tidak terpuji.

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi polemik nan ramai diperbincangkan mengenai dugaan intimidasi terhadap Tio, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM.

Tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan, sekelompok massa nan berada di tribun belakang mulai bergerak menuju panggung. Budiman sempat membuka ruang perbincangan dan menunggu peserta nan mau menyampaikan pendapat secara langsung.

Namun, jumlah massa nan naik ke panggung terus bertambah. Situasi kemudian memanas dan diwarnai tindakan saling sorong serta adu mulut. Massa nan datang belakangan juga terlibat dorong-dorongan dengan petugas keamanan nan mengawal para narasumber.

Karena situasi dinilai semakin tidak kondusif, petugas keamanan akhirnya mengevakuasi Budiman melalui pintu samping gedung. Nusron Wahid dan Sudaryono juga turut dievakuasi setelah sejumlah mahasiswa menahan keduanya untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Budiman berambisi perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan melalui perbincangan nan terbuka dan tertib. Menurut dia, kampus semestinya menjadi ruang nan sehat bagi pertukaran pendapat antara pemerintah dan mahasiswa.

"Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional