Wasit IBL, Budi Marfan.(Dok. IBL)
WASIT asal Jawa Barat, Budi Marfan, resmi mencetak sejarah baru di kejuaraan Indonesian Basketball League (IBL). Budi dinobatkan sebagai wasit terbaik alias IBL Referee of The Year 2026, sekaligus menjadi pengadil lapangan pertama nan bisa meraih gelar tersebut selama tiga musim berturut-turut.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengonfirmasi bahwa Budi Marfan sukses mengumpulkan support tertinggi dalam pemungutan bunyi IBL Awards 2026. "Dia (Budi Marfan), meraih poin tertinggi dari voters," ujar Junas saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/5).
Persaingan Ketat dengan Arnaz Anggoro
Berdasarkan hasil akhir voting, Budi Marfan mengumpulkan total 151 poin dengan delapan bunyi ranking pertama. Ia sukses mengungguli Arnaz Anggoro, wasit asal Jawa Timur, nan membayangi di posisi kedua dengan total 125 poin dan enam bunyi ranking pertama.
Menariknya, terdapat perbedaan preferensi di antara golongan pemilih:
- Analis & Media: Mayoritas menempatkan Budi Marfan sebagai pilihan utama dengan enam bunyi ranking pertama.
- Klub Peserta IBL: Memberikan support lebih besar kepada Arnaz Anggoro dengan lima bunyi pilihan pertama.
Namun, akumulasi poin akhir tetap menempatkan Budi di posisi puncak, diikuti oleh kandidat lainnya seperti Rendi Dwiantino (115 poin), Yosep Norida (99 poin), dan Rendra Lesmana (53 poin).
Kriteria Penilaian Wasit Terbaik
Gelar ini menjadi pencapaian spesial lantaran belum pernah ada wasit dalam sejarah IBL nan bisa mempertahankan predikat terbaik selama tiga musim beruntun. Keberhasilan Budi Marfan didasarkan pada performa konsisten di lapangan sepanjang musim reguler.
Dengan dedikasi dan integritas nan ditunjukkan, Budi Marfan membuktikan kualitasnya sebagai pengadil lapangan paling kompeten di kancah bola basket ahli Indonesia saat ini. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·