Budi Doremi Bicara soal Single Cinta Diri Sendiri: Kapan Harus Bilang “Yaudah”?

Sedang Trending 17 menit yang lalu
Budi Doremi rilis single Cinta Diri Sendiri. Foto: Istimewa

Ada kalanya seseorang sudah merasa melakukan segala perihal dengan betul dalam sebuah hubungan. Sudah memberi perhatian, berupaya memahami, apalagi memperkuat sejauh mungkin. Namun, semua upaya tersebut tetap tidak membikin orang nan diinginkan memilih untuk tinggal.

Bagi Budi Doremi, situasi seperti itu tidak selalu kudu dihadapi dengan upaya nan lebih keras. Ada titik ketika seseorang perlu menyadari bahwa nan telah dilakukannya sudah cukup dan mulai belajar melepaskan.

Pemikiran tersebut menjadi dasar lagu terbaru Budi, Cinta Diri Sendiri.

Lewat lagu ini, Budi tidak mau berbincang tentang menyerah lantaran kecewa ataupun berpura-pura baik-baik saja setelah kehilangan seseorang. Ia justru mau membujuk pendengar memahami bahwa mencintai diri sendiri juga berfaedah mengetahui kapan kudu berakhir meletakkan seluruh kebahagiaan kepada orang lain.

Budi menyebut keputusan untuk mengatakan "yaudah" bukan berfaedah seseorang kalah dalam memperjuangkan hubungan. Justru, ada kalanya melepaskan menjadi corak lain dari menjaga diri.

Budi Doremi rilis single Cinta Diri Sendiri. Foto: Istimewa

Lagu Cinta Diri Sendiri sebenarnya telah ditulis Budi sejak 2022 di Pangandaran. Saat itu, dia baru mulai kembali bekerja setelah pandemi. Empat tahun kemudian, ketika kembali mendengarkan lagu tersebut berbareng tim DRM, Budi merasa cerita di dalamnya tetap relevan dengan kehidupannya saat ini.

Jangan Sampai Diri Sendiri Ikut Ditinggalkan

Salah satu perihal nan menjadi perhatian Budi dalam Cinta Diri Sendiri adalah kecenderungan seseorang untuk terlalu memikirkan orang lain alias people pleasing.

Kebiasaan tersebut, menurut Budi, juga bisa terbawa ketika seseorang menjalani hubungan. Karena terlalu mau hubungan melangkah sesuai harapan, seseorang terkadang memberikan terlalu banyak perihal hingga lupa menetapkan pemisah untuk dirinya sendiri.

"Ketika kita tahu batas, kita bisa menyelamatkan banyak perihal dalam hidup kita. Nggak perlu segitunya lah sayang sama orang. Boleh kita cinta mati, boleh kita ngebet banget sama seseorang. Tapi kita jangan lupa bahwa orang itu bisa pergi, diri kita sendiri nan nggak boleh ditinggalin," ujar Budi.

Bagi Budi, mencintai diri sendiri juga berangkaian erat dengan proses move on. Bukan hanya soal melupakan seseorang, tetapi menerima ketika sebuah hubungan memang sudah tidak bisa melangkah dan memahami kapan waktunya berakhir memperjuangkannya.

Pemahaman itu tidak datang begitu saja. Budi mengaku pernah mempertahankan sebuah hubungan lebih lama dari nan seharusnya, meski sebenarnya dia sudah mengetahui ada banyak perihal nan susah dijalani bersama.

Hubungan tersebut tetap dipaksakan hingga akhirnya justru menimbulkan luka.

Dari pengalaman itu, Budi mulai belajar membedakan sesuatu nan tetap layak diperjuangkan dengan perihal nan sebenarnya sudah waktunya dilepaskan.

Ia pun mempertanyakan kembali dugaan bahwa seseorang kudu selalu memberikan nan terbaik agar sebuah hubungan berhasil.

Menurut Budi, nan tidak kalah krusial adalah memandang apakah orang nan diperjuangkan mempunyai kemauan nan sama.

"Kalau orang itu juga punya niat nan sama dengan kita, kita bakal memperjuangkan sesuatu lantaran adanya komitmen. Kalau nggak ada komitmen, ngapain memperjuangkan?" tuturnya.

Cerita Berat, Dibawakan dengan Cara Ringan

Meski membawa tema reflektif, Cinta Diri Sendiri tidak dikemas sebagai lagu patah hati nan muram.

Budi justru menghadirkan musik nan hangat dan ringan dengan sentuhan ukulele serta biola. Pendekatan tersebut membikin cerita tentang kehilangan dan belajar melepaskan terasa lebih bersahabat.

Budi apalagi menyelipkan ironi dalam liriknya. Ada bagian nan menggambarkan seseorang nan mungkin merasa dirinya terlalu baik, sementara orang nan disukainya justru mencari sosok nan bisa membuatnya menangis.

Alih-alih meratapi situasi tersebut, Budi memilih melihatnya dengan humor.

Pendekatan serupa juga diterapkan dalam video musik Cinta Diri Sendiri. Budi menggandeng Ardit Erwandha, Zoul Pandjoul, dan Shanika Ancita untuk menghadirkan visual nan lebih playful dan hidup.

Cerita tentang patah hati pun tidak dibuat terlalu serius, melainkan disampaikan dengan langkah nan ringan.

Bagian dari Cerita Budi Saat Ini

Cinta Diri Sendiri menjadi bagian dari perjalanan Budi menuju EP terbarunya. Saat ini, proses pengerjaan EP tersebut telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen dan rencananya bakal berisi empat lagu.

Setiap lagu bakal merepresentasikan fase kehidupan Budi saat ini, mulai dari keluarga, mencintai diri sendiri, hingga proses belajar menghargai diri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.

video youtube embed

Sebelumnya, Budi telah memperkenalkan Ada Untukmu sebagai single pertama dari rangkaian tersebut. Lagu itu bercerita tentang kerinduannya terhadap family ketika kudu berada jauh dari rumah lantaran pekerjaan.

Sementara Cinta Diri Sendiri membawa persoalan nan lebih individual mengenai kebiasaan menyenangkan orang lain, membangun batas, dan belajar memahami kebutuhan diri sendiri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan