Gubernur Sinaloa, Meksiko, Ruben Rocha Moya kembali mundur sementara dari jabatannya hanya sehari setelah menyatakan kembali memimpin negara bagian tersebut.
Ia tercatat baru kembali ke bangku jabatannya sebagai gubernur selama 34 jam. Rocha sebelumnya meninggalkan kedudukan itu pada Mei untuk menghadapi penyelidikan jaksa Meksiko.
Kali ini, Moya meminta libur dengan lama tidak terbatas dan lebih dari 30 hari kepada Kongres Sinaloa pada Sabtu (22/8), dikutip dari AFP.
Keputusan itu diambil sehari setelah Rocha Moya mengumumkan dirinya kembali menjabat usai lebih dari tiga bulan mengambil libur untuk menghadapi penyelidikan mengenai tuduhan perdagangan narkoba dari Amerika Serikat (AS).
"Hari ini, saya kembali menjalankan tugas saya sebagai Gubernur Konstitusional Negara Bagian Sinaloa," tulis Rocha Moya di X pada Jumat (21/8).
Rocha mengatakan dirinya telah menjalani penyelidikan selama 112 hari dan tidak ditemukan bukti nan menunjukkan keterlibatannya dalam tindak kriminal.
"Dengan kata lain, saya tidak melakukan kejahatan," tegasnya.
Didakwa Pemerintah AS
Reuters melaporkan pada April lalu, jaksa federal AS mendakwa Rocha Moya dan sembilan pejabat lainnya atas dugaan bekerja sama dengan faksi Los Chapitos dari Kartel Sinaloa.
Mereka dituduh membantu penyelundupan narkoba ke AS sebagai hadiah support politik dan suap, menurut Reuters.
Rocha membantah tuduhan tersebut dan menyebut kasus AS sebagai serangan bermotif politik terhadap aktivitas Morena nan dia dukung.
Dikritik Presiden Sheinbaum
Kembalinya Rocha Moya ke kedudukan gubernur sempat mendapat respons dingin dari Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Partai Morena nan berkuasa.
Tanpa menyebut nama, Sheinbaum memperingatkan agar kepentingan pribadi tidak ditempatkan di atas kepentingan rakyat dan negara.
"Kekuasaan tanpa prinsip berubah menjadi kesombongan; kekuasaan tanpa pemisah menjadi penyalahgunaan,” tulis Sheinbaum di X.
Tak lama kemudian, Rocha merespons dengan pesan singkat di X.
"Sinaloa, bangsa, dan aktivitas transformasi berada di atas segalanya," tulisnya.
Rocha (77), merupakan sekutu Sheinbaum dan dikenal dekat dengan mantan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.
Kasus ini juga muncul di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Meksiko untuk meningkatkan perang melawan perdagangan narkoba.
Trump apalagi berulang kali menuding politikus Meksiko mempunyai hubungan dengan jaringan kartel narkoba dan menawarkan support militer kepada pemerintahan Sheinbaum. Namun, Sheinbaum menolak intervensi militer AS di negaranya.
18 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·