Cinépolis Cinemas Indonesia meraih Sertifikasi Great Place To Work 2026 untuk tahun kedua berturut-turut. Pencapaian ini sekaligus menjadikan perusahaan tersebut sebagai satu-satunya pelaku industri intermezo di Indonesia nan secara konsisten memperoleh pen(Dok. Cinépolis Cinemas Indonesia)
BUDAYA kerja nan sehat dan inklusif semakin menjadi aspek krusial dalam membangun organisasi nan berkelanjutan. Di tengah persaingan mendapatkan dan mempertahankan talenta terbaik, perusahaan dituntut tidak hanya menawarkan kompensasi nan kompetitif, tetapi juga lingkungan kerja nan bisa mendorong keterlibatan, rasa memiliki, dan kepercayaan tenaga kerja terhadap manajemen.
Komitmen tersebut kembali mengantarkan Cinépolis Cinemas Indonesia meraih Sertifikasi Great Place To Work 2026 untuk tahun kedua berturut-turut. Pencapaian ini sekaligus menjadikan perusahaan tersebut sebagai satu-satunya pelaku industri intermezo di Indonesia nan secara konsisten memperoleh pengakuan tersebut.
Sertifikasi Great Place to Work diberikan berasas survei langsung terhadap pengalaman kerja tenaga kerja di seluruh jaringan Cinépolis Cinemas Indonesia nan mencakup 58 bioskop dan instansi pusat nan tersebar di 38 kota.
Hasil survei menunjukkan peningkatan sejumlah parameter dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai Great Place to Work Statement tercatat mencapai 86%, meningkat dari 84% pada 2025. Sementara rata-rata keseluruhan model Great Place to Work dan seluruh pernyataan survei masing-masing mencapai 81%, naik dari 80% pada tahun lalu.
Sejumlah parameter apalagi mencatat hasil nan melampaui rata-rata industri. Sebanyak 92% tenaga kerja mengaku merasa diterima sejak pertama kali berasosiasi dengan perusahaan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 82%. Selain itu, 91% responden menyatakan seluruh tenaga kerja diperlakukan secara setara tanpa memandang ras, dan 91% lainnya menilai manajemen secara konsisten memberikan info mengenai rumor maupun perubahan krusial nan terjadi di perusahaan.
Survei tersebut juga menunjukkan tingkat kebanggaan nan tinggi terhadap perusahaan. Sebanyak 90% tenaga kerja menyatakan bangga atas pencapaian organisasi, sementara 89% responden menilai manajemen mempunyai arah nan jelas mengenai tujuan perusahaan serta strategi untuk mencapainya.
Chief Executive Officer Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, mengatakan penghargaan tersebut mempunyai makna krusial lantaran berasal dari pengalaman nyata para karyawan.
"Pengakuan ini sangat berfaedah lantaran mencerminkan bunyi dan pengalaman nyata dari setiap orang di tim kami. Tempat kerja nan dahsyat tidak dibangun hanya melalui kebijakan, melainkan melalui kepercayaan, rasa hormat, kolaborasi, dan komitmen tulus untuk mengutamakan manusia. Di Cinépolis Cinemas Indonesia, kami percaya bahwa merawat tim kami adalah fondasi dari pengalaman luar biasa nan kami hadirkan bagi setiap tamu," ucap Alejandro dikutip dari siaran pers nan diterima, Selasa (23/6).
Menurut Alejandro, perusahaan terus memperkuat budaya kerja melalui beragam program, mulai dari orientasi terstruktur bagi tenaga kerja baru, training langsung di tempat kerja, hingga komunikasi lintas kegunaan nan dilakukan secara rutin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tenaga kerja mempunyai kesempatan berkembang dan dapat berkontribusi secara optimal.
Temuan ini sejalan dengan beragam riset nan menunjukkan hubungan erat antara kualitas lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Berdasarkan penelitian Great Place to Work, pencari kerja mempunyai kesempatan 4,5 kali lebih besar menemukan pemimpin nan baik di perusahaan nan telah memperoleh sertifikasi tersebut.
Selain itu, tenaga kerja di perusahaan bersertifikasi juga tercatat 93% lebih mungkin merasa antusias terhadap pekerjaannya. Mereka juga mempunyai kesempatan dua kali lebih besar untuk memperoleh kompensasi nan adil, mendapatkan bagian untung perusahaan secara proporsional, serta mempunyai kesempatan promosi nan setara. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·