BUBU Foundation Hadir di Usia 30 Tahun, Buka Akses bagi Talenta Muda Indonesia

Sedang Trending 1 hari yang lalu
BUBU Foundation Hadir di Usia 30 Tahun, Buka Akses bagi Talenta Muda Indonesia Shinta W. Dhanuwardoyo, Founder & CEO BUBU dalam seremoni 30 tahun BUBU di Jakarta, Kamis (14/8/2026).(MI/Netty fatmawati Pane)

TIGA dasawarsa perjalanan BUBU di industri digital Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masa lalu. Dalam seremoni BUBU 30th Anniversary, BUBU memperkenalkan BUBU Foundation sebagai langkah untuk membuka akses pendidikan, mentorship, teknologi, kewirausahaan, dan beragam kesempatan bagi generasi muda Indonesia.

BUBU Foundation menjadi bagian dari arah baru BUBU setelah 30 tahun membangun upaya sekaligus ikut berkembang berbareng ekosistem digital Indonesia. Inisiatif tersebut ditujukan terutama bagi talenta muda nan mempunyai potensi, tetapi belum mendapatkan akses nan cukup terhadap jaringan, pengetahuan, dan kesempatan untuk berkembang.

Founder & CEO BUBU, Shinta W. Dhanuwardoyo, mengatakan perjalanan tiga dasawarsa membikin dirinya memandang bahwa membangun perusahaan bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Dulu saya berpikir tentang how big a company I could build. Sekarang saya lebih banyak berpikir: how many people can we help become successful? How many doors can we open?”

BUBU Foundation, Warisan untuk Generasi Baru

Bagi BUBU, memasuki usia 30 tahun menjadi titik untuk mengubah langkah memandang sebuah legacy. Jika sebelumnya konsentrasi utama berada pada membangun perusahaan dan ekosistem digital, sekarang pengalaman tersebut mau diteruskan kepada orang-orang nan bakal mengisi ekosistem berikutnya.

Melalui BUBU Foundation, pengalaman, pengetahuan, dan jaringan nan telah dibangun selama tiga dasawarsa diarahkan untuk memberikan akses lebih luas kepada talenta muda.

Pendidikan dan mentorship menjadi bagian krusial lantaran generasi muda tidak hanya memerlukan keahlian teknis, tetapi juga kesempatan untuk berjumpa dengan orang-orang nan dapat membuka wawasan dan jaringan baru.

Langkah tersebut sejalan dengan perjalanan Shinta selama berada di industri teknologi. Sejak mendirikan BUBU pada 1996, dia telah terlibat dalam beragam inisiatif di bagian digital, startup, teknologi, hingga esports. Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya bahwa ekosistem tidak dapat berkembang jika hanya diisi oleh satu generasi.

Dari Membangun Perusahaan ke Membangun Manusia

Perubahan konsentrasi tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam seremoni 30 tahun BUBU. Setelah melewati beragam fase perkembangan industri digital, tantangan berikutnya bukan sekadar mengikuti teknologi nan terus berubah, melainkan memastikan semakin banyak orang mempunyai kesempatan untuk ikut tumbuh.

Shinta sebelumnya juga menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. Pemahaman terhadap manusia dan budaya tetap menjadi bagian krusial untuk menjaga relevansi di tengah perubahan.

Pandangan itu kemudian diterjemahkan ke dalam pendapat nan lebih luas: membangun manusia nan bisa menciptakan perubahan.

Karena itu, BUBU Foundation tidak hanya diarahkan untuk memberikan akses, tetapi juga menjadi jembatan bagi talenta muda untuk mendapatkan pengetahuan, mentor, teknologi, jaringan, hingga kesempatan nan sebelumnya mungkin susah mereka jangkau.

Menuju “The Next 30 Years”

Perayaan tiga dasawarsa BUBU sekaligus menjadi titik awal untuk memandang perjalanan berikutnya. Jika 30 tahun pertama banyak diwarnai dengan perjalanan membangun dan beradaptasi berbareng perkembangan industri digital Indonesia, tiga dasawarsa selanjutnya diarahkan untuk memperluas dampak.

Shinta mau membawa talenta, kreativitas, dan budaya Indonesia serta Asia Tenggara ke panggung nan lebih luas.

“The first 30 years were about proving that Indonesia could participate in the digital future. The next 30 years, I want to prove that Indonesia and Southeast Asia can help shape the world’s culture.”

Visi tersebut menjadi bagian dari transformasi BUBU sebagai Cultural Intelligence Agency, nan membantu brand dan organisasi memahami perubahan budaya, komunitas, teknologi, serta generasi baru.

Namun, perubahan BUBU tidak berakhir pada transformasi bisnis. BUBU juga mau memperkuat ekosistem melalui BUBU Society, jaringan nan mempertemukan orang-orang nan pernah tumbuh berbareng BUBU dengan founders, creators, executives, investors, technologists, dan generasi pemimpin berikutnya.

Dengan demikian, BUBU Society dan BUBU Foundation menjadi dua bagian nan saling melengkapi. Jika BUBU Society memperkuat jaringan dan kolaborasi, BUBU Foundation diarahkan untuk membuka akses bagi generasi nan baru bakal memasuki ekosistem.

Tetap Belajar agar Tidak Kehilangan Relevansi

Memasuki tiga dasawarsa berikutnya, Shinta juga membawa filosofi The Timeless Entrepreneur, ialah keahlian untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan reinvention tanpa kehilangan tujuan dan nilai nan diyakini.

Menurutnya, usia bukan argumen seseorang menjadi tidak relevan. Justru rasa mau tahu nan lenyap dapat membikin seseorang tertinggal.

“A timeless entrepreneur doesn’t chase every trend. We understand what is changing, but stay grounded in who we are. Age doesn’t make you irrelevant. Losing curiosity does.”

Semangat tersebut menjadi relevan bagi BUBU nan telah melewati perubahan besar sejak era awal internet hingga perkembangan teknologi saat ini. Perjalanan Shinta di industri digital sendiri telah berjalan sejak pendirian BUBU pada 1996, ketika perusahaan tersebut bermulai sebagai web development company.

Kini, setelah 30 tahun, arah perjalanan BUBU mulai diperluas. Bukan hanya tentang perusahaan apa nan dapat dibangun, tetapi juga tentang berapa banyak orang nan dapat tumbuh berbareng ekosistem tersebut.

BUBU Foundation menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pendapat itu: membuka pintu, membangun manusia, dan menciptakan akibat bagi generasi berikutnya.

Dengan semangat tersebut, tiga dasawarsa pertama BUBU menjadi fondasi, sementara The Next 30 Years menjadi kesempatan untuk membawa lebih banyak talenta Indonesia dan Asia Tenggara ikut membentuk masa depan.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia