Buah Impor Terus Bertebaran di RI, Pedagang Bongkar Penyebab Utamanya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketersediaan buah impor di pasar terpantau melimpah, meski harganya juga condong sedang naik. Hal ini menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya lonjakan jumlah buah impor nan dijual di pasaran.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Pasar Senen, Jakarta Pusat, terpantau beberapa pedagang buah menjual cukup banyak buah impor. Buah-buah tersebut mulai dari apel, pir, jeruk, anggur, dan kelengkeng.

Beberapa pedagang mengungkapkan untung dari buah impor ialah tidak terikat oleh musim panen, lantaran sebelumnya disimpan dengan baik menggunakan teknologi dan biasanya kualitas buah impor lebih baik daripada buah lokal.

Salah satunya ialah Yani, di mana stok buah impor lebih banyak lantaran kualitasnya terjaga, meski di negara asalnya belum memasuki musim panen.

"Buah impor tuh biasanya lebih manis dan terlihat menarik, jadi jika ada pembeli nan nanya apakah buahnya manis, biasanya jika nan impor sudah pasti manis. Sedangkan buah lokal kan manis enggaknya tergantung musim," kata Yani saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (3/6/2026).

Selain itu, kesiapan buah impor lebih pasti ketimbang buah lokal nan tetap didasarkan pada periode panen alias musiman.

"Buah impor pasti stoknya ada, seperti apel, anggur, pir. Apel lokal memang ada, tapi kadang jika bukan musim panen, ketersediannya enggak banyak, jadi kami isi buah impor," terangnya.

Begitu juga pedagang lain ialah Kurnia, di mana buah impor condong diminati lantaran kualitasnya lebih terjamin dibandingkan buah lokal.

"Buah impor tuh selain penampilannya lebih menarik, biasanya rasa manisnya lebih pasti. Kalau buah lokal kadang kan rasanya tetap ada nan asam, apalagi jika enggak musimnya," kata Kurnia.

Selain rasa, daya tahan buah impor condong lebih lama daripada buah lokal, lantaran teknologi penyimpanannya nan lebih baik.

"Buah impor biasanya lebih awet daripada buah lokal, lantaran mungkin teknologi pascapanen lebih canggih ya," terangnya.

Sebelumnya, BPS melaporkan impor konsumsi di Indonesia didominasi oleh buah-buahan impor.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan impor peralatan konsumsi naik 42,90% pada April 2026, dari US$1,70 miliar pada April 2025 menjadi US$2,43 miliar, ditopang oleh impor buah-buahan nan mencapai 109,32%.

"Impor konsumsi naik 42,9%, didorong buah naik 109,32%," ungkap Pudji dalam konvensi pers, Selasa (2/6/2026).

Aneka buah impor nan dijual di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Aneka buah impor nan dijual di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Aneka buah impor nan dijual di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (3/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News