
BSU Rp900.000 Dipastikan Cair untuk Pekerja Bergaji Rp3,5 Juta, Siap-Siap Cek Rekening (Foto: Tangkapan Layar)
JAKARTA - Pemerintah memastikan pencairan support subsidi bayaran (BSU) sebesar Rp900.000 untuk 13,3 juta pekerja di Oktober hingga Desember 2026. BSU ini dicairkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp31 triliun pada kuartal IV-2026 nan bakal memperkuat daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sistem penyaluran stimulus tersebut melalui integrasi sistem rekening perbankan terpadu agar biaya lekas diterima masyarakat.
"Stimulus tahun ini sebesar Rp31 triliun, mencakup support beras Rp17,55 triliun untuk 33.244.408 family dan support subsidi bayaran Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja bergaji Rp3,5 juta. Ini mulai kita gunakan di kuartal keempat menggunakan rekening nan sama," kata Airlangga di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Di samping kucuran support tunai langsung, pemerintah memperluas stimulus sektor ketenagakerjaan melalui akomodasi perpajakan. Keringanan tersebut diberikan dalam corak Pajak Penghasilan (PPh) Ditanggung Pemerintah bagi para pekerja dengan pemisah penghasilan hingga Rp10 juta per bulan demi menjaga stabilitas kesejahteraan family kelas pekerja.
Kelancaran pengedaran beragam stimulus sosial tersebut disokong oleh intervensi program kepemilikan rekening perbankan tunggal bagi masyarakat. Kebijakan ini sekaligus menjadi katalisator dalam mempersempit kesenjangan akses finansial di tingkat akar rumput.
"Kami siapkan program satu orang satu rekening dengan setoran awal Rp50.000 dan anggaran Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta penduduk desil 1-4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami sorong untuk efektivitas penyaluran support dan aktivitas produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," kata Airlangga.
Verifikasi info calon pemilik rekening tersebut dipersiapkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berbareng perbankan syariah berbasis info sensus Badan Pusat Statistik (BPS) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Melalui terobosan ini, tingkat inklusivitas finansial nasional diproyeksikan terungkit naik dari posisi 93 persen menuju kisaran 99 persen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·