Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) alias BSI merombak jejeran komisaris dan menetapkan dividen tunai sebesar Rp 1,5 triliun dari untung bersih perseroan tahun kitab 2025. Salah satu komisaris barunya adalah Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan terdapat total 9 mata agenda nan dibahas dan diputuskan dalam RUPST hari ini, Selasa (5/5). Mata agenda pertama ialah persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan finansial perseroan, serta persetujuan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris tahun kitab 2025.
Kemudian, persetujuan penggunaan untung bersih perseroan untuk Tahun Buku 2025. Perseroan menetapkan alokasi dividen sebesar 20 persen dari untung bersih ialah setara Rp 1,5 triliun, sementara 80 persen alias setara Rp 6,05 triliun ditetapkan sebagai untung ditahan.
"Pemegang saham menyetujui dan menetapkan penggunaan untung bersih perseroan untuk Tahun Buku 2025 sebesar 20 persen alias sejumlah Rp 1.513.544.655.988, alias sebesar Rp 32,81007 per saham ditetapkan sebagai dividen tunai," ungkap Anggoro saat konvensi pers, Selasa (5/5).
Anggoro mengatakan, dividen untuk Tahun Buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham nan namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan alias recording date.
Mata agenda ketiga ialah penetapan gaji, honorarium, akomodasi dan tunjangan Tahun Buku 2026 dan remunerasi atas keahlian Tahun Buku 2025 nan ditetapkan untuk Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah Perseroan.
Keempat, penunjukan akuntan publik di instansi akuntan publik untuk mengaudit laporan finansial perseroan Tahun Buku 2026. Agenda kelima adalah pendelegasian kewenangan persetujuan rencana jangka panjang perseroan (RJPP) Tahun 2026-2030, dan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tahun 2027.
Keenam, laporan realisasi penggunaan biaya hasil penawaran umum berkepanjangan dan norma mudarobah. Ketujuh, perubahan anggaran dasar perseroan. Mata agenda kedelapan ialah perubahan susunan personil Dewan Komisaris, dan terakhir penyesuaian masa kedudukan personil Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah dengan anggaran dasar perseroan.
"Kami sampaikan juga mata aktivitas ke-8 ialah perubahan susunan personil Dewan Komisaris Perseroan," ungkap Anggoro.
Perombakan terjadi pada jejeran Dewan Komisaris, ialah Sigit Pramono ditetapkan sebagai Komisaris menggantikan Meidy Ferdiansyah. Kemudian, Muhammad Cholil Nafis ditunjuk sebagai Komisaris Independen menggantikan Muhammad Syafii Antonio.
Sementara untuk jejeran Direksi dan Dewan Pengawas Syariah BSI tidak mengalami perubahan. Berikut susunan komplit pengurus BSI setelah RUPST Tahun Buku 2025.
Dewan Komisaris:
• Komisaris Utama: Muhadjir Effendy
. Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
• Komisaris : Sigit Pramono
• Komisaris : Mochammad Agus Rofiudin
• Komisaris: Kamaruddin Amin
• omisaris Independen: Nizar Achmad Saputra
• Komisaris Independen: Muhammad Cholil Nafis
• Komisaris Independen: Addin Jauharuddin
Direksi
• Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo
• Wakil Direktur Utama: Bob Tyasika Ananta
• irektur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari
• Direktur Retail Banking: Kemas Erwan Husainy
• Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna
• irektur Information Technology: Muharto Hadi Suprapto
• Direktur Risk Management: Grandhis Helmi Harumansyah
• irektur Compliance & Human Capital: Arief Adhi Sanjaya
• Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho
• Direktur Treasury & International Banking: Firman Nugraha
Dewan Pengawas Syariah
• Ketua: Hasanudin
• Anggota: Mohammad Hidayat
• Anggota: Oni Sahroni
• Anggota: Abdul Ghofur Maimoen
• Anggota: Jaih Mubarok
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·