BRIN Siapkan Standar Colokan Fast Charging Motor Listrik, Bisa Lintas Merek

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Motor listrik Polytron Fox 350 saat diisi daya di ULP Sribhawono. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan standar colokan fast charging motor listrik nan diharapkan dapat digunakan beragam merek kendaraan di Indonesia.

Konsep tersebut bisa dibilang menjadi solusi agar pengguna tidak lagi berjuntai pada sistem pengisian daya nan berbeda-beda di setiap pabrikan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Eka Rakhman Priandana mengatakan standar nan dikembangkan merujuk pada IEC 62196-6 alias nan dikenal sebagai Type 6 untuk kendaraan roda dua.

"Konsepnya kami merujuk pada standar IEC 62196-6 alias CHAdeMo untuk e-PTW (Electric Powered Two-Wheelers alias lebih dikenal juga dengan nama Type 6 nan sudah dikenal banyak di India," buka Eka saat ditemui kumparan di instansi BRIN, Tangerang, belum lama ini.

Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eka Rahman Priandana. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Meski merujuk pada standar internasional, kreasi nan disiapkan BRIN telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Termasuk dua musim nan jadi pertimbangan krusial untuk durabilitas komponen.

"Karena kondisi lingkungan Indonesia di mana lebih tropis nan terdiri dari 2 pin kabel power dengan keahlian 120V 100A dan 6 pin untuk persinyalan," katanya.

Saat ini rancangan tersebut telah diajukan ke Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam corak Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI). BRIN katanya tinggal menungu proses pengetesan sampel plug dan soket sebelum pembahasan lanjutan.

Colokan baterai sepeda motor listrik United e-Motor T1800. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Dengan model colokan nan dikembangkan sendiri, maka pabrikan tidak perlu melakukan perubahan besar pada motor listrik nan telah beredar maupun produk nan bakal dijual nantinya.

"Karena nan diubah hanya di soket dan colokannya, jadi tidak sampai mengubah keseluruhan di bagian dalam motor listrik mereka. Intinya tinggal diganti colokan nan lama kemudian dibuat bobokan untuk soket tadi nan dihubungkan ke baterai dengan kabel motor tersebut dan BMS disambungkan ke bagian controller-nya," lengkapnya.

Motor listrik Maka Cavalry. Foto: Sena Pratama/kumparan

Lanjutnya, BRIN berencana menggandeng empat produsen motor listrik ialah Maka, Polytron, Alva, dan Savart untuk menguji penerapan standar tersebut, sebelum nantinya dipertimbangkan menjadi standar nan lebih luas di industri.

Jika proses melangkah sesuai rencana, Eka berambisi realisasi awal standar fast charging motor listrik tersebut dalam mulai pada tahun depan.

"Sambil kita lihat respons dari empat pabrikan itu, tahun 2027 pertengahan, jika sudah oke baru kita bakal buat banyak fast charging roda dua di mana-mana," tuntasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan