Brian: Presiden Minta Percepatan Industri Hilirisasi, Farmasi-Kendaraan Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Mendiktisaintek sekaligus Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pengembangan beragam program hilirisasi nasional, mulai dari sektor farmasi hingga industri kendaraan nasional.

"Pembahasannya umum. Intinya adalah gimana percepatan ya, industri hilirisasi nan diminta Bapak Presiden berbareng Danantara ya, banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya. Program-program nan hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/6).

Selain percepatan industri hilirisasi, kesiapan sumber daya manusia nan bakal menopang pengembangan sektor-sektor strategis tersebut juga menjadi perhatian Prabowo.

Menurut Brian, pihaknya diminta memastikan lulusan perguruan tinggi mempunyai kompetensi nan sesuai dengan kebutuhan industri nan bakal berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul bisa memenuhi apa? Bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi nan memang tidak sedikit itu kan ya, mulai dari mineral, kemudian ada aquaculture, aquafarming, itu juga banyak," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil bakal meningkat seiring percepatan hilirisasi di beragam sektor.

"Kemudian hilirisasi. Jadi, kami diminta betul-betul memastikan, jangan sampai kelak industri nan bakal di-boosting ini bakal dikembangkan secara sigap ini kemudian mengalami kekurangan SDM, ataupun SDM-nya kelak nggak sesuai," katanya.

Brian mencontohkan, kebutuhan tenaga mahir di bagian tertentu kudu diantisipasi sejak awal melalui penyesuaian kurikulum dan kapabilitas pendidikan tinggi.

"Misalkan kita butuh banyak tenaga mahir kelistrikan, rupanya lulusannya nggak sesuai. Jadi, kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi nan ada," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan