BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI menyatakan kesiapan untuk mendukung pengarahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian krusial dalam memperkuat inklusi dan literasi finansial sekaligus memastikan masyarakat semakin terhubung dengan ekosistem finansial formal.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas berbareng jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden meminta agar masyarakat Indonesia mempunyai rekening perbankan serta meminta beberapa bank termasuk BRI untuk mempersiapkan rekening bagi masyarakat.

Dalam implementasinya, pemerintah juga mempersiapkan pemanfaatan info kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) nan bakal dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem sistem pembayaran. Penggunaan QRIS juga menjadi salah satu bagian dari penguatan ekosistem transaksi digital tersebut.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRI siap mendukung pengarahan Presiden tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan mengenai untuk mempersiapkan implementasinya.

"BRI menyambut baik dan siap mendukung pengarahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi gimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem finansial umum serta memperoleh akses terhadap jasa keuangan," ujar Hery dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, ekspansi kepemilikan rekening dapat menjadi fondasi krusial untuk meningkatkan inklusi finansial sekaligus memperkuat efektivitas beragam program pemerintah. Dengan masyarakat semakin terkoneksi dengan sistem perbankan, penyaluran beragam program pemerintah ke depan dapat dilakukan secara semakin cepat, transparan, dan efisien.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Menko Perekonomian bahwa beragam program pemerintah ke depan dapat disalurkan melalui rekening nan dipersiapkan bagi masyarakat. Berdasarkan info nan disampaikan pemerintah dalam rapat tersebut, tingkat inklusi finansial Indonesia telah mencapai 93,62% dan tingkat literasi mencapai 69,57%.

Sebagai bank dengan konsentrasi utama pada pemberdayaan segmen UMKM, BRI mempunyai kapabilitas serta prasarana nan dapat mendukung ekspansi akses jasa finansial hingga ke beragam wilayah Indonesia. Hingga akhir triwulan II 2026 tercatat BRI mempunyai 131 juta pengguna individual.

Kapabilitas tersebut ditopang oleh 7.377 unit jaringan kantor, 637 ribu e-channel, 1,13 juta BRILink Agen nan telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa, serta ekosistem digital melalui super app BRImo nan hingga Triwulan II 2026 telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna.

Kombinasi jaringan fisik, agen, dan kanal digital tersebut menjadi kekuatan BRI untuk menjangkau masyarakat, termasuk golongan nan selama ini mempunyai keterbatasan akses terhadap instansi bank maupun jasa finansial formal.

"BRI mempunyai pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur nan kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, bakal terus kami optimalkan sehingga jasa perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat," lanjut Hery.

Menurut Hery, ekspansi akses kudu diikuti dengan edukasi dan peningkatan literasi finansial agar masyarakat memahami faedah jasa perbankan serta semakin terbiasa bertransaksi secara digital. Dengan demikian, kepemilikan rekening diharapkan menjadi pintu masuk masyarakat menuju jasa finansial nan lebih luas, mulai dari transaksi dan pembayaran, menabung, menerima program pemerintah, hingga pada tahap selanjutnya memperoleh akses terhadap produk dan jasa finansial sesuai kebutuhan dan profil masing-masing nasabah.

Lebih jauh, Hery menilai ekspansi kepemilikan rekening mempunyai akibat strategis terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Semakin luas masyarakat nan masuk ke dalam ekosistem finansial formal, semakin besar pula kesempatan untuk membangun aktivitas ekonomi nan lebih inklusif dan terdigitalisasi.

Bagi pelaku upaya mikro dan UMKM, misalnya, rekening perbankan tidak hanya berfaedah sebagai sarana menyimpan dana, tetapi dapat menjadi bagian dari rekam jejak transaksi nan pada akhirnya mendukung akses terhadap beragam jasa keuangan.

Di sisi lain, pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS juga dapat semakin mengintegrasikan masyarakat dan pelaku UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Pemerintah sendiri menyampaikan penggunaan QRIS menjadi salah satu bagian nan dipersiapkan untuk mengoptimalkan peningkatan inklusi finansial nasional.

"BRI memandang pengarahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat mempunyai akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses nan lebih besar terhadap aktivitas ekonomi umum dan beragam kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Hery.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News