Jakarta, CNBC Indonesia - Iran meluncurkan serangan udara sadis nan menyasar prasarana sipil pada Kamis, (11/06/2026) pagi waktu setempat. Gempuran rudal ini dilaporkan menghancurkan akomodasi vital airport internasional serta menyebabkan sejumlah penduduk mengalami luka-luka di tengah eskalasi perang Timur Tengah nan kian tak terkendali.
Mengutip laporan Arab News, serangan fajar ini menandai tindakan pemboman kedua nan diluncurkan oleh militer Iran terhadap satu-satunya airport internasional milik Kuwait dalam kurun waktu sepekan terakhir. Sebelumnya, sebuah serangan drone otonom pada 3 Juni lampau juga telah menewaskan seorang penduduk negara India serta melukai 63 orang lainnya di letak nan sama.
"Radar airport menjadi sasaran pagi ini. Serangan tersebut melukai orang-orang serta menyebabkan kerusakan material dan kerugian signifikan nan memengaruhi akomodasi radar, peralatan, dan sistem manajemen lampau lintas udara," tulis rilis resmi otoritas penerbangan sipil Kuwait dalam surat protes nan dilayangkan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Pihak kementerian luar negeri setempat langsung mengeluarkan pernyataan diplomatik resmi guna merespons tindakan pemboman beruntun tersebut. Kuwait mengutuk keras tindakan sepihak dari Teheran nan dinilai telah melanggar kedaulatan wilayah serta menakut-nakuti keselamatan penerbangan sipil internasional secara fatal.
Sesaat sebelum ledakan besar menghancurkan radar bandara, armada militer Kuwait mengonfirmasi bahwa unit pertahanan udara mereka sempat bergerak aktif di lapangan. Pasukan lokal melepaskan tembakan meriam pencegat untuk menghalau kawanan proyektil asing nan terdeteksi meluncur di langit Kuwait setelah militer Amerika Serikat meluncurkan serangan baru ke dalam teritorial Iran.
Pihak Teheran sendiri berkilah bahwa rangkaian serangan udara ini sengaja diarahkan ke wilayah Kuwait dan Bahrain sebagai tindakan balasan. Iran menuduh kedua negara Teluk tersebut telah memberikan izin bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer mereka sebagai tempat peluncuran serangan nan menyasar kapal tanker dan pulau milik Iran beberapa waktu lalu.
"Pasukan kami telah membombardir markas besar Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait," tegas pihak militer Iran dalam siaran resminya tanpa memberikan penjelasan alias menyebut mengenai hantaman nan menyasar area airport sipil.
Tuduhan sepihak dari Teheran tersebut langsung dibantah keras oleh pemerintah Kuwait. Sebagai corak tindakan tegas atas tuduhan militer dan agresi bersenjata nan berulang kali terjadi, otoritas Kuwait secara resmi menjatuhkan hukuman diplomatik dengan mengusir dua orang staf kedutaan besar Iran untuk segera angkat kaki meninggalkan negara mereka.
Aksi pemboman nan menyasar akomodasi publik ini dinilai sangat biadab lantaran mengulangi pemandangan berdarah pada pekan lalu. Berdasarkan laporan tim medis, banyak korban luka dari serangan pekan lampau nan menderita trauma kepala berat, pendarahan otak, hingga terpaksa kudu menjalani tindakan amputasi medis akibat terkena serpihan ledakan bom.
Meskipun otoritas penerbangan sekarang telah sukses membuka kembali wilayah udara Kuwait untuk aktivitas penerbangan komersial pasca-penutupan singkat, situasi di lapangan tetap diselimuti ketegangan tinggi. Insiden berdarah di airport ini tercatat sebagai serangan fatal pertama nan sukses menembus wilayah Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata rentan antara Amerika Serikat dan Iran diberlakukan pada 8 April lalu.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·