Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |11:30 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61%. (Foto: Okezone.com/BPS)
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61% (year-on-year/yoy).
“Pertumbuhan terjadi pada nyaris seluruh lapangan usaha, selain pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (5/5/2026).
Lapangan upaya nan mencatat pertumbuhan signifikan antara lain penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,14%, diikuti jasa lainnya sebesar 9,91%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04%.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan nan terus menguat serta beragam reformasi nan tengah dijalankan pemerintah.
“Pertumbuhan 8% mungkin dianggap terlalu tinggi, tetapi bagi saya sudah mulai terlihat. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, nomor 8% bakal semakin mendekati. Artinya, prospek pasar saham juga bakal meningkat signifikan,” ujarnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·