Breaking News! AS Luncurkan Serangan Besar-Besaran ke Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan militer Amerika Serikat meluncurkan gelombang serangan udara baru nan sangat masif dengan menyasar beragam sasaran vital di dalam wilayah Iran pada Rabu, (10/06/2026). Gempuran sadis ini diperintahkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai corak unjuk kekuatan untuk memaksa pihak Teheran segera menandatangani kesepakatan tenteram baru.

Mengutip CNBC, Komando Pusat Amerika Serikat alias Centcom mengonfirmasi bahwa operasi militer tambahan tersebut resmi dimulai pada pukul 17.15 waktu setempat. Washington berkilah bahwa pemboman beruntun ini merupakan tindakan murni untuk mempertahankan diri dari agresi militer nan terus ditunjukkan oleh pemerintahan Iran di area Teluk.

"Kami memukul mereka dengan keras kemarin, dan kami bakal memukul mereka dengan keras lagi hari ini. Kita bakal menyerang mereka dan menyerang mereka dengan sangat keras," tegas Presiden Trump dalam aktivitas penandatanganan undang-undang Secure America Act di Gedung Putih.

Trump juga memberikan penekanan unik bahwa pihak Teheran sudah tidak mempunyai pilihan lain selain menyerah dan menyetujui draf perjanjian nan disodorkan oleh negaranya. Dirinya menuntut sebuah corak kesepakatan baru nan dinilai berarti bagi kepentingan geopolitik Washington di Timur Tengah.

"Iran kudu menandatangani kesepakatan itu," tambah Trump, nan beberapa jam sebelumnya juga sempat mengunggah pesan bersuara ancaman di media sosial Truth Social bahwa Iran kudu bayar nilai nan sangat mahal lantaran sengaja mengulur waktu negosiasi.

Dalam pernyataan publiknya Trump apalagi melontarkan hinaan nan sangat merendahkan terhadap kapabilitas tempur pertahanan udara dan laut milik Negeri Persia tersebut. Dirinya mengeklaim bahwa armada perang milik musuhnya itu sudah hancur total dan tidak lagi mempunyai taji di medan tempur.

"Militer Iran betul-betul acak-acakan total. Sebagian besar dari mereka, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka, apalagi sudah tidak ada lagi. Mereka telah dikalahkan sepenuhnya. Iran hanya bisa bicara tanpa tindakan nyata," ejek Trump dengan sangat sinis untuk menjatuhkan mental lawan.

Pernyataan bersuara penghinaan dari sang presiden langsung memicu kemarahan besar dari pihak parlemen di Teheran. Kepala Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, Ebrahim Azizi memberikan respons nan tidak kalah mengerikan melalui sebuah pernyataan resmi di akun media sosial miliknya.

"Kali ini, perang tidak bakal terbatas pada wilayah area saja," ancam Ebrahim nan mengindikasikan bahwa militer Iran siap memperluas jangkauan pertempuran hingga keluar dari wilayah Timur Tengah.

Eskalasi perang terbuka nan semakin tidak terkendali ini langsung menghantam pilar-pilar ekonomi internasional secara instan. Harga minyak mentah bumi dilaporkan langsung meroket tajam di mana minyak mentah Amerika Serikat melonjak nyaris 2% ke posisi US$ 89,72 alias sekitar Rp 1,61 juta per barel dan minyak jenis Brent merangkak naik ke level US$ 92,74 alias sekitar Rp 1,66 juta per barel.

Kondisi sebaliknya justru melanda lantai bursa saham Amerika Serikat di mana indeks Dow Jones Industrial Average dilaporkan langsung rontok dan ambruk hingga lebih dari 600 poin sesaat setelah pernyataan Trump disiarkan ke publik. Namun Trump mencoba menenangkan pasar finansial dengan menyatakan bahwa ini hanyalah sebuah operasi militer biasa nan bakal segera berakhir.

"Ini adalah operasi militer. Ketika ini selesai, Anda bakal memandang nilai minyak turun kembali ke level semula," kilah Trump meyakinkan para pelaku ekonomi global.

Aksi saling libas ini awalnya dipicu oleh keputusan Centcom nan membombardir wilayah pantai Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter serang jenis Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat di area Selat Hormuz pada Selasa lalu. Pihak media negara Iran sendiri membantah adanya operasi militer ofensif di wilayah selat tersebut dalam 24 jam terakhir, sementara media lokal melaporkan bahwa militer Teheran juga sempat membalas dengan menargetkan kapal-kapal perang Amerika Serikat menggunakan kawanan drone dan rudal.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News