BPS Kategorikan Content Creator hingga Ahli Siber Jadi Pekerjaan Resmi RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 nan memuat lebih banyak jenis kedudukan seusai dengan perkembangan bumi kerja saat ini. KBJI ini merupakan pemutakhiran KBJI nan telah terbit tahun 2014 lalu.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pemutakhiran KBJI ini diperlukan untuk menangkap perubahan jenis pekerjaan nan berkembang pesat, termasuk munculnya digital jobs dan green jobs.

Selain itu, KBJI nan mutakhir ini diperlukan untuk mendukung standardisasi, integrasi, dan keterbandingan statistik ketenagakerjaan, sekaligus menjadi rujukan tunggal bagi aktivitas sensus, aktivitas survei, dan integrasi info manajemen lintas sektor mengenai ketenagakerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga dengan demikian, baik data-data administrasi, info sensus, ataupun survei nan dilakukan oleh BPS dan data-data manajemen maupun registrasi nan disediakan oleh kementerian-kementerian mengenai termasuk Kementerian Ketenagakerjaan bisa merujuk kepada standar pengelompokkan nan sama, sehingga kelak begitu data-data tersebut diintegrasikan bisa lebih koheren dan konsisten," ujar Amalia dalam aktivitas rilis KBJI di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Amalia membeberkan beragam kedudukan baru seiring perkembangan bumi kerja dalam KBJI. Misalnya di sektor pariwisata itu munculnya kedudukan Ahli Cagar Budaya, Dosen Ilmu Pariwisata, Terapis Spa, Edukator Museum, dan Registrar Museum.

"Ini contoh-contoh tangkapan pekerjaan baru. Perkembangan serupa juga terjadi di sektor kesehatan. Misalnya dalam KBJI 2026 mengakomodasi jabatan-jabatan nan semakin spesifik, seperti Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, Dokter Spesialis Bedah Plastik, dan Ahli Kapasitas Fisik," terangnya.

Untuk sektor ekonomi imajinatif muncul kedudukan baru seperti Pembuat Konten Layanan Berbagi Video dan Desainer Fashion. Di sektor green jobs, KBJI 2026 juga mengakomodasi jabatan-jabatan nan semakin spesifik, seperti Analis Cadangan Biomasa Karbon, Teknisi Daur Ulang Limbah, dan Operator Press Material Daur Ulang.

"Contoh lain misalnya digital jobs, muncul kedudukan baru seperti Analis Kriptografi, Spesialis Keamanan Siber, dan Perancang Antarmuka Web dan Digital, dan sebagainya," katanya.

Amalia menambahkan, KBJI juga bakal dimanfaatkan dalam diseminasi info ketenagakerjaan sehingga menjadi lebih informatif. Di mana KBJI nantinya dapat membantu menyesuaikan info kedudukan dan memperkuat keterhubungan info ketenagakerjaan dalam info Siap Kerja dengan Sakernas BPS.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan KBJI juga telah ditunggu bumi industri sebagai bahasa nan sama dalam proses rekrutmen, penataan organisasi perusahaan, hingga komunikasi antara perusahaan dan pencari kerja.

"Dan bagi bumi industri, sebenarnya KBJI ini juga ditunggu, sebagai bahasa nan sama dalam mereka melakukan rekrutmen, dalam mereka melakukan penataan organisasi di perusahaan mereka, dan bahasa nan sama untuk mengkomunikasikan, apakah itu dengan perusahaan nan lain, ataupun pada para pencari kerja," katanya.

Saksikan Live DetikSore:

(hrp/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance