Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |11:49 WIB

Ekspor RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari 2026 mencapai USD22,16 miliar.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, nilai ekspor awal tahun 2026 ini naik USD22,16 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
"Pada bulan Januari 2026 nilai ekspor mencapai USD22,16 miliar alias naik 3,39 persen jika dibandingkan bulan Januari 2025," kata Ateng dalam konvensi pers Rilis BPS, Senin (2/3/2026).
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD0,89 miliar alias turun sebesar 15,62 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 4,38 persen senilai USD21,26 miliar.
"Peningkatan nilai ekspor Januari tahun 2026 secara tahunan untuk nan didorong ekspor non migas mengenai terjadi pada komoditi non migas nan pertama lemak dan minyak hewan nabati naik 46,05 persen," jelas Ateng.
Adapun lemak dan minyak hewan nabati juga memberikan andil terhadap peningkatan total ekspor sebesar 4,61 persen.
Andil utama peningkatan nilai ekspor non migas pada Januari 2026 disumbang oleh nikel dan peralatan daripadanya naik 42,04 persen dengan andil 1,43 persen dan ekspor mesin dan peralatan elektronik serta bagiannya naik 16,27 persen dengan andil 1 persen terhadap peningkatan total ekspor.
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya keahlian ekspor non migas periode Januari 2026 nan naik 8,19 persen (yoy) dengan andil sebesar 6,54 persen.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·