BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jabar: Data Akurat, Kebijakan Tepat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Sensus ekonomi di Jawa Barat.

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu penggerak roda perekonomian nasional. Kontribusi Jawa Barat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan 1-2026 mencapai nyaris 13 persen, tertinggi ketiga di Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y).

Di tengah kebutuhan bakal info ekonomi nan jeli dan mutakhir, Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) datang untuk membantu pemerintah wilayah memotret gambaran utuh atas struktur, karakteristik, potensi serta tantangan nan dihadapi. Pemerintah wilayah bakal memperoleh info nan komplit tanpa kudu mengeluarkan APBD, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan dan program pembangunan nan lebih tepat sasaran.

Pendataan SE2026 secara door to door resmi dimulai pada 15 Juni di seluruh Indonesia. Menandai dimulainya pendataan tersebut, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara unik mencanangkan penyelenggaraan SE2026 di Jawa Barat pada Minggu (21/6).

BPS menerjunkan lebih dari 40 ribu petugas untuk merekam komplit aktivitas upaya di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Petugas sensus ekonomi bakal mendata pelaku upaya dan family hingga 31 Agustus nanti.

“Kami mengerahkan 40.573 petugas di lapangan (Provinsi Jawa Barat, red). 40.573 petugas pendata di lapangan, itu jumlah nan sangat besar Pak (Gubernur, red). Total seluruh Indonesia 251.000, dan Jawa Barat adalah salah satu nan paling besar,” ujar Sonny.

Dalam kesempatan tersebut, Sonny membujuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memberikan support terhadap penyelenggaraan SE2026. Terlebih sensus ekonomi dikenal lebih susah dibandingkan sensus masyarakat maupun sensus pertanian.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo.

Turut hadir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI Tri Supondy, jejeran Forkopimda Provinsi Jawa Barat, bupati dan wali kota se-Jawa Barat, perwakilan lembaga vertikal Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat. Pencanangan digelar di kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Desa Wisata Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Desa ini juga dikenal sebagai satu area wisata berbasis budaya dan pertanian.

Sonny menyampaikan empat perihal baru dalam SE2026. Pertama, perpanjangan periode pendataan dari awalnya satu bulan menjadi dua separuh bulan. Kedua, untuk pertama kalinya sensus ekonomi turut merekam aktivitas pertanian. Selanjutnya, tidak hanya pelaku usaha, tapi rumah tangga juga bakal didata secara door to door. Dan terakhir, pendataan SE2026 menggunakan gadget serta memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mengurangi kesalahan alias error.

“Yang menarik, baru pertama kali ini sensus ekonomi mendata dua, mendata pelaku upaya dan rumah. Makanya kelak semua rumah bakal ditempel stiker, semua pelaku upaya bakal ditempel stiker, jika sudah diwawancara, sudah didata,” jelas Sonny.

Sonny membujuk seluruh masyarakat untuk berpatokan pada “TIR” selama penyelenggaraan SE2026, ialah Terima kehadiran petugas, Isi info dengan benar, dan Rahasia info pasti terjaga. Ia juga mengingatkan seluruh petugas lapangan untuk memastikan tidak ada unit nan terlewat sehingga info nan dikumpulkan lengkap, akurat, dan berkualitas.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya info nan komplit dan jeli sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan nan tepat sasaran.

“Dari info itu sebenarnya, kita bisa mendiagnosa diri kita. Apa penyakit kita, kemudian dari penyakit itu pasti kelak ada solusinya,” kata Dedi. Menurutnya, kebijakan nan objektif kudu sejalan dan berbasis data.

Sebagai tanda pencanangan SE2026 di Jawa Barat, dilakukan penandatanganan komitmen berbareng oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur Jawa Barat, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, serta seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi dan kerjasama antarpemangku kepentingan dalam mendukung terselenggaranya SE2026 nan berkualitas.

Usai pencanangan, Gubernur Jawa Barat menjadi responden pendataan SE2026 nan dilakukan oleh petugas sensus BPS Kabupaten Subang. Pendataan dilakukan melalui wawancara tatap muka serta disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BPS RI dan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat. Pendataan ini menjadi krusial karena kesediaan gubernur menjadi responden sensus diharapkan dapat mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Sebelum pencanangan, Sonny juga berkesempatan meninjau langsung pendataan SE2026 di Rumah Makan Dewi Air, Kabupaten Karawang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pendataan melangkah sesuai standar operasional untuk menjamin kualitas info nan dikumpulkan oleh petugas di lapangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan