BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Budaya K3 dan Kesehatan Mental Kerja untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Budaya K3 dan Kesehatan Mental Kerja untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja nan sehat, aman, dan produktif melalui aktivitas bertema “Preventif dan Promotif K3 untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja” nan diselenggarakan pada hari Kamis (20/5) di Plaz(Dok. Istimewa)

BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja nan sehat, aman, dan produktif melalui aktivitas bertema “Preventif dan Promotif K3 untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja” nan diselenggarakan pada hari Kamis (20/5) di Plaza BPJamsostek, Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli sebagai keynote speaker, serta Director of Operations sekaligus Expert Consultant Lembaga Psikologi Terapan UI, Vivi Viyati Yudha Hadijaya, nan membahas pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja modern.

Program ini diikuti oleh jejeran ketua BPJS Ketenagakerjaan, kepala utama anak perusahaan, hingga seluruh kepala instansi bagian seluruh Indonesia secara hybrid sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengelolaan akibat psikososial, serta penguatan budaya kerja nan mendukung psychological safety.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menegaskan bahwa penerapan K3 tidak lagi hanya dipandang sebagai tanggungjawab administratif, melainkan telah menjadi investasi strategis untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan organisasi.

“Selama ini memang kita mengandalkan kepada info dari BPJS Ketenagakerjaan. Karena klaim mengenai dengan kecelakaan kerja dan PAK ada di sini. nan kedua, meningkatkan efektivitas program-program promotif preventif. Ada sosialisasi, ada training berbareng nan kelak kita bakal buat berbasis kepada instansi wilayah di BPJS Ketenagakerjaan. Karena setiap wilayah mempunyai kekhasan karakter peta akibat industri nan ada di wilayah tersebut,” ujar Yassierli.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada perlindungan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem kerja nan sehat dan resilien.

“Penerapan K3 dan perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian krusial dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui aktivitas ini, kami mau mendorong seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadi pemasok edukasi nan bisa menumbuhkan budaya kerja sehat, aman, dan produktif, baik di internal organisasi maupun kepada para pekerja Indonesia secara luas,” kata Saiful.

Jauh lebih dalam, Saiful mengatakan bahwa di tahun 2026 pihaknya bakal melakukan lebih banyak lagi aktivitas promotif dan preventif nan juga bekerja-sama berbareng Kementerian Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja. Beberapa jenis aktivitas nan bakal dilaksanakan berbareng Kementerian Ketenagakerjaan antara lain pasar budaya K3, training kepada Panitia Pembina K3 di perusahaan hingga workshop dasar K3. Sedangkan aktivitas nan bakal diselenggarakan berbareng Jasa Raharja adalah Pelatihan Safety Riding nan rencananya bakal menggandeng Astra Honda Motors (AHM) sebagai mitra. 

Menutup keterangannya, Saiful menegaskan bahwa seluruh rangkaian aktivitas ini merupakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus mendukung terciptanya lingkungan kerja nan aman, sehat, dan berkepanjangan guna mewujudkan pekerja Indonesia nan lebih sejahtera dan produktif.

“Berdasarkan info jumlah peserta nan mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2025, 65% alias sebanyak 125 ribu pekerja mengalami kecelakaan kerja di dalam lingkungan kerja. Untuk itu, melalui aktivitas ini, BPJS Ketenagakerjaan berambisi seluruh peserta bisa memahami pendekatan preventif, promotif, dan kuratif dalam penerapan K3, sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja sebagai fondasi produktivitas nasional,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia