Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 370,45 miliar untuk tahun anggaran 2027. Dari total tersebut, Rp 10 miliar dialokasikan unik untuk program Paskibraka dalam kerangka pembinaan ideologi Pancasila (PIP).
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan, BPIP memperoleh pagu sugestif sebesar Rp 141.069.079.000 untuk tahun 2027.
“Terkait tahun 2027, berasas surat berbareng Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan, perihal pagu sugestif shopping Kementerian/Lembaga dan biaya alokasi unik tahun anggaran 2027, BPIP memperoleh alokasi pagu sugestif sebesar Rp141.069.079.000, nan dialokasikan untuk program pembinaan Pancasila alias PIP sebesar 10 miliar dan shopping operasional BPIP tahun anggaran 2027 sebesar 131 miliar koma sekian,” ungkap Yudian dalam rapat dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Ia merinci, pagu tersebut terbagi dalam shopping pegawai sebesar Rp 88.196.112.000, operasional dan pemeliharaan instansi sebesar Rp 42.872.967.000, serta program PIP sebesar Rp 10.000.000.000 nan salah satunya dialokasikan untuk aktivitas Paskibraka.
Meski demikian, BPIP menilai pagu sugestif tersebut belum mencukupi untuk menjalankan seluruh program dan tugas lembaga pada tahun 2027.
Yudian mengatakan, pihaknya tetap memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 370.457.677.928 nan bakal dialokasikan ke dalam dua program utama, ialah support manajemen dan pembinaan Pancasila.
“Atas pengalokasian pagu sugestif tersebut di atas, tetap dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 370.457.677.928 nan dialokasikan ke dalam dua program, ialah program support manajemen sebesar Rp 131.114.259.590 dan program PIP sebesar Rp 239.343.418.338,” ungkap Yudian.
“BPIP telah menyampaikan usulan tambahan anggaran tersebut melalui surat Kepala BPIP tanggal 3 Juni tahun 2026 perihal permohonan penambahan anggaran BPIP setelah pagu sugestif tahun anggaran 2027 nan ditujukan kepada Ketua Komisi XIII DPR RI dan surat Kepala BPIP nan ditujukan kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas,” lanjutnya.
Untuk program support manajemen, BPIP mengusulkan tambahan anggaran nan mencakup beragam kebutuhan operasional dan kelembagaan, mulai dari peningkatan SDM hingga penguatan sistem teknologi informasi.
Di antaranya, peningkatan SDM dan pengelolaan aset serta jasa internal sebesar Rp 41.867.074.590, manajemen akibat dan pengawasan Rp 2.600.000.000, norma dan reformasi birokrasi Rp 13.536.977.000, program akuntabilitas keahlian Rp 9.814.330.000, keterbukaan info dan manajemen Rp 58.070.878.000, serta info dan teknologi info Rp 5.225.000.000.
Sementara pada program pembinaan Pancasila, tambahan anggaran terbesar dialokasikan untuk penguatan hubungan antar lembaga, sosialisasi, komunikasi, dan jaringan sebesar Rp 99.962.770.000.
Anggaran tersebut mencakup pengarusutamaan Pancasila, pembudayaan gotong royong di masyarakat, serta aktivitas sosialisasi dan rekomendasi PIP.
Selain itu, BPIP mengusulkan anggaran untuk kajian dan penyelarasan norma serta pengawasan izin sebesar Rp 24.679.215.303, pengkajian kebijakan dan materi PIP sebesar Rp 27.237.917.250, penyelenggaraan pendidikan dan training PIP sebesar Rp 66.161.814.388, serta pengukuran dan pertimbangan PIP sebesar Rp 21.301.764.400.
Untuk program pendidikan dan training PIP, sebagian anggaran juga dialokasikan untuk aktivitas Paskibraka serta pembinaan purna Paskibraka Duta Pancasila.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·