Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, meminta penduduk agar hindari membakar sampah di area hutan, lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan lantaran dapat memicu kebakaran.(MI/Kristiadi)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mencegah kebakaran rimba dan lahan pada musim kamarau tiba. Kebakaran rimba dan lahan nan tersebar di 351 Desa, 39 Kecamatan dengan kondisi status kekeringan mempunyai tingkat akibat tinggi dan sedang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, musim tandus nan terjadi di beragam wilayah perlu melakukan edukasi hingga sosialisasi pada masyarakat terutamanya berangkaian dengan kebakaran rimba dan lahan. Karena, musim tandus dapat berakibat kekeringan dan tingkat akibat di setiap kecamatan memang sebagian sedang hingga tinggi.
"Kami berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu waspada terutama pada musim tandus dapat menyebabkan musibah mulai kekeringan dan kurangnya pasokan air bersih, meski kondisi sekarang hujan tetap terjadi. Kebakaran rimba dan lahan di wilayahnya mempunyai akibat tinggi dan sedang tersebar di 39 Kecamatan," ujar Roni AKS, Kamis (18/6).
Menurut Roni, musim tandus nan terjadi tahun ini kudu diwaspadai berbareng lantaran bukan hanya kekeringan, tapi kebakaran rimba dan lahan kudu dicegah agar musibah tersebut tidak terjadi. Namun, musibah kekeringan berada di wilayahnya memang setiap Kecamatan tidak merata tapi mempunyai akibat sedang hingga tinggi ketika musim tandus terjadi.
"Kami meminta agar masyarakat agar hindari membakar sampah di area hutan, lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, hindari praktek membuka lahan dengan langkah membakar rimba dan lahan, jika memandang kebakaran segera lapor kepada petugas," katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah VI Jawa Barat, Sarif Hidayat, mengatakan, tandus tahun ini memicu kekeringan hingga krisis air bersih. Karena, berasas prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino diprediksi mulai bakal memberikan akibat signifikan bulan Juni dan bagi masyarakat untuk tetap bersiap menghadapi anomali cuaca dan jangan bakar sampah.
"Kami dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah VI Jawa Barat selalu melakukan edukasi kepada masyarakat hingga melakukan patroli rutin guna mencegah terjadi kebakaran rimba dan lahan. Karena, kejadian sudah mulai terasa sejak bulan Maret hingga Juni tapi curah hujan tetap terjadi meski sebagian wilayah sudah mengering," tandasnya. (AD/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·