Jakarta -
Angelo Pandeli, buronan interpol nan paling dicari di Australia ditangkap oleh tim campuran Bareskrim Polri, Imigrasi, dan Bea Cukai Bali. Angelo ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali saat hendak terbang dengan private jet.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan Angelo Pandeli tersebut. Saat ini pihak kepolisian berkoordinasi dengan otoritas Australia.
"Benar, Angelo Pandeli ditangkap di Terminal Selatan VIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (6/6)," kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brigjen Eko Hadi mengatakan penangkapan Angelo Pandeli nan merupakan personil geng motor 'Hells Angels' itu merupakan hasil joint operation Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berbareng dengan Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Bea Cukai Kanwil Bali, NTB dan NTT, Intelijen Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA).
Brigjen Eko Hadi mengatakan, Angelo Padeli diduga menggunakan identitas palsu. Dalam arsip perjalanannya, dia menggunakan identitas sebagai George Anderson Moto Correia.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan arsip perjalanan nan bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, penduduk negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu)," katanya.
Dia tertangkap saat hendak melakukan perjalanan dengan menggunakan private jet CAPA Jet dengan nomor penerbangan N917CJ rute Depasar (WADD)-Maputo (FQMA), Mozambik, melalui Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Sabtu 6 Juni 2026. Identitas Angelo terdeteksi HIT Interpol Blue Notice dengan skor kecocokan 100.
Atas temuan tersebut, Seksi Pemeriksaan II Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan penundaan keberangkatan, kemudian melakukan koordinasi dengan Bidang Inteldakim dan Bareskrim Polri. Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kemudian mengirimkan tim dipimpin oleh Kasubdit 4 Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen, Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury, Kanit III Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Drago, dan Kanit V Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Tohar untuk mengamankan nan bersangkutan.
Angelo Pandeli, ketua geng motor 'Hells Angels' nan juga bos kartel narkoba Australia ditangkap di Bali, pada Minggu (6/6/2026). Foto: dok. Istimewa
"Saat ini kami berbareng Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk melakukan deportasi terhadap Angelo Pandeli ke Australias," katanya.
Profil Angelo Pandeli
Angelo Pandeli merupakan tokoh tindak pidana terorganisir lintas negara nan sangat berpengaruh dan personil krusial dari geng motor terlarang "Hells Angels" di Australia. Angelo Pandeli diyakini bertanggung jawab atas sejumlah besar impor komersial narkotika nan dikendalikan perbatasan nan terjadi di masa lampau maupun nan tetap berjalan ke Australia.
Angelo Pandeli terakhir terlihat pada 9 Oktober 2025 di Manly, Australia dengan tindakan nan konsisten untuk menghindari penegak hukum.
AFP meyakini Angelo Pandeli sedang berupaya keluar dari Australia secara diam-diam menuju Kamboja alias Vietnam.
Informasi menunjukkan bahwa Angelo Pandeli mungkin mempunyai paspor Venezuela alias St. Kitts dan Nevis nan diperoleh secara curang. AFP juga meyakini Angelo Pandeli paling mungkin bakal mencoba melarikan diri dari Australia melalui jalur laut.
(mea/dhn)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·