Jakarta, CNBC Indonesia- PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM), personil Holding Industri Pertambangan MIND ID, terus memperkuat support dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Mempawah, Kalimantan Barat. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto datang langsung di letak untuk meninjau proses penanganan serta memastikan kesiapan personel dan support perusahaan di lapangan.
Tim Emergency Response Group (ERG) ANTAM dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), serta ERG dari Grup MIND ID bergerak aktif melakukan penyisiran, penyemprotan, pembasahan area, serta memadamkan titik-titik api dan mencegah penyebaran lebih luas. Penanganan dilakukan secara terpadu berbareng Grup MIND ID, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat Peduli Api , serta beragam pihak mengenai lainnya.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto mengatakan, bahwa kehadiran ANTAM dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta wilayah di sekitar aktivitas operasional.
"Prioritas kami saat ini adalah mendukung seluruh upaya agar titik api dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. ANTAM berbareng MIND ID dan seluruh pihak mengenai terus berkoordinasi serta mengerahkan sumber daya nan dibutuhkan untuk memperkuat penanganan di lapangan," ujar Untung dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).
Untung menambahkan, ANTAM mengapresiasi seluruh personel nan bekerja di lapangan, termasuk support personel Emergency Response Group dari Grup MIND ID nan datang dari beragam wilayah di Indonesia.
"Penanganan kondisi seperti ini memerlukan kerja bersama. Kami mengapresiasi BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, MIND ID, seluruh tim ERG, serta masyarakat nan bahu-membahu melakukan penanganan. ANTAM bakal terus mendukung proses ini sampai kondisi dapat terkendali dengan baik," lanjut Untung.
Sebagai bagian dari penguatan penanganan, Grup MIND ID mengonsolidasikan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat dari beragam wilayah operasional di Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua untuk mendukung penanganan karhutla di Mempawah.
Dukungan juga diberikan melalui beragam perlengkapan penanganan kebakaran dan keselamatan, antara lain foam pemadam kebakaran, perangkat pelindung diri (APD), turnout gear, selang kebakaran, serta masker medis dan masker N95 untuk membantu melindungi personel maupun masyarakat dari akibat kabut asap.
Dia menegaskan, berasas pemantauan dan koordinasi di lapangan, titik api dipastikan tidak berasal dari aktivitas operasional ANTAM alias Grup MIND ID. Meski demikian, ANTAM mengambil langkah proaktif dalam penanganan lantaran keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta pengendalian akibat karhutla menjadi prioritas utama perusahaan.
ANTAM terus berkoordinasi dengan MIND ID dan seluruh pemangku kepentingan mengenai untuk melakukan pemantauan serta mendukung penanganan hingga kondisi dinyatakan aman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penerapan komitmen ESG ANTAM, khususnya dalam aspek perlindungan lingkungan, keselamatan, serta kontribusi sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Bagi ANTAM, keberadaan perusahaan kudu memberikan faedah dan menghadirkan rasa kondusif bagi masyarakat. Karena itu, ketika terjadi kondisi kedaruratan di sekitar wilayah operasi, kami berkomitmen untuk hadir, bergerak cepat, dan bekerja-sama dalam penanganannya," tutup Untung.
(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·