Seorang laki-laki berinisial M, melempar peledak molotov ke laki-laki berinsial U. U disebut sebagai pacar baru dari R, sementara R, adalah mantan istri M.
M merasa berprasangka atas hubungan baru U ini. Akhirnya dia nekat dan melakukan tindakan ini.
Padahal, saat ditemui kumparan, R mengaku sudah lama tak berkomunikasi dengan M. Terutama setelah mereka berpisah pada 2022.
"(Terakhir) 4 tahun lalu," kata R, saat berbincang dengan kumparan di rumahnya, Selasa (23/6).
R juga bercerita, bahwa M punya sisi arogan. Ia menduga, mantan suaminya tak terima jika mereka sudah bercerai.
"Arogan, apa, enggak nerima realita aja sih," ucap R.
Soal pelemparan itu, R tak mengerti apa nan mendasari.
"Ya, enggak tahu berprasangka alias enggak terima mah, sebenarnya. Sebenarnya kan sudah enggak ada hubungan apa-apa ya," katanya.
R juga mengakui, M beberapa kali melakukan kekerasan padanya. Ia menunjukkan jejak luka di kepalanya.
"Iya, Di sini (menunjukkan bagian dahi)," ucap R.
Teror Bom Molotov di Koja
Peristiwa ini terjadi pada Senin (22/6) di Jalan Mandiri II, Koja, Jakarta Utara. Berdasar dari rekaman CCTV nan ada di lokasi, M datang berbareng tiga rekannya.
Lalu, dia sempat berteriak saat menuju letak pelemparan. M mengincar U, nan rupanya tak ada di lokasi.
Bom itu salah sasaran dan mengarah ke K, nan adalah om alias kerabat U.
Pada saat nan bersamaan, ada seorang ibu dan anak nan naik motor bersamaan. Saat peledak meledak, ibu dan anak itu terjatuh. Namun, polisi memastikan mereka tak terkena akibat dari serangan itu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·