Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah peledak meledak di jalan tol akhir pekan kemarin, di Kolombia. Dilaporkan 20 orang tewas dan 36 terluka akibat kejadian fatal tersebut.
Mengutip AFP, ledakan luar biasa melanda Jalan Raya Pan-Amerika, di wilayah barat daya Kolombia, Sabtu waktu setempat. Kejadian itu menghancurkan bus dan van, dengan beberapa mobil terbalik.
Foto: Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). (AFP/FRANCISCO CALDERON)
Gubernur Departemen Cauca, Octavio Guzman, menggambarkan pengeboman tersebut sebagai "serangan paling sadis dan sadis terhadap masyarakat sipil dalam beberapa dekade". Dalam beberapa foto diperlihatkan ledakan meninggalkan kawah seluas 200 meter kubik.
"Lima belas wanita dan lima pria, semuanya dewasa, tewas," katanya lagi, dikutip Senin (27/4/2026).
"Dari korban luka, tiga orang tetap dirawat di ruang perawatan intensif. Lima anak juga terluka tetapi sudah aman," tegasnya.
Menurut penjelasan Kepala Militer Kolumbia Hugo Lopez peledak itu meledak setelah sejumlah penyerang menghentikan lampau lintas dengan memblokir jalan menggunakan bus dan kendaraan lain. Serangan dirujukkan ke golongan bersenjata nan hendak mengacaukan Pemilu, nan jatuh 31 Mei nanti.
"Ini adalah serangan teroris terhadap masyarakat sipil," kata Lopez.
Foto: Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). (AFP/FRANCISCO CALDERON)
Salah satu kandidat Ppesiden dalam Pemilu Kolumbia Gustavo Petro menyalahkan pemboman itu pada Ivan Mordisco, penjahat paling dicari di negara Amerika Selatan tersebut. Ia kerap dibandingkan dengan mendiang gembong kokain Pablo Escobar.
"Mereka nan melakukan serangan ini... adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba," kata Petro di X.
"Saya mau prajurit terbaik kita menghadapi mereka," tambahnya.
Kolombia mempunyai sejarah golongan bersenjata, nan membiayai operasi mereka melalui perdagangan narkoba, penambangan ilegal, dan pemerasan. Kelompok itu berupaya memengaruhi pemilihan umum melalui kekerasan.
Keamanan pun menjadi salah satu rumor sentral dalam pemilihan presiden. Kekerasan politik juga menjadi sorotan tajam pada Juni lalu, ketika calon presiden konservatif muda Miguel Uribe Turbay ditembak di siang bolong saat berkampanye di ibu kota Bogota dan meninggal dua bulan kemudian.
Foto: Serangan peledak mengguncang wilayah rawan bentrok di barat daya Kolombia, Sabtu (25/4/2026). (AFP/JOAQUIN SARMIENTO)
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·