Bolehkah Masker N95 atau KN95 Dipakai Kembali saat Terpapar Abu Vulkanik?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Bolehkah Masker N95 alias KN95 Dipakai Kembali saat Terpapar Abu Vulkanik?

Masker KN95. (Foto: Freepik)

PAPARAN abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu nan berukuran sangat mini dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat nan berada di wilayah terdampak dianjurkan menggunakan masker alias respirator nan mempunyai keahlian filtrasi tinggi. Selain itu, masker juga kudu dapat menutup wajah dengan rapat.

Salah satu nan direkomendasikan untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik adalah respirator seperti N95, KF94, alias KN95. Namun, muncul pertanyaan, jika masker tersebut baru digunakan selama sehari, apakah tetap boleh dipakai kembali?

1. Tidak Harus Langsung Dibuang Setelah Sekali Pakai

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Siloam TB Simatupang, dr. Henie Widowati, SpP, dalam aktivitas Morning Zone di Youtube Okezone menyampaikan bahwa maker N95, KF94, alias KN95 berbeda dengan masker bedah nan penggunaannya sering dibatasi oleh kondisi masker.

Respirator partikulat seperti N95, KF94, dan KN95 tidak selalu kudu langsung dibuang setelah beberapa jam pemakaian. Dalam kondisi tertentu, masker tersebut tetap dapat digunakan kembali andaikan kondisinya tetap baik.

Tidak ada patokan tunggal bahwa respirator kudu diganti setelah sejumlah jam tertentu. Lama penggunaan sangat berjuntai pada kondisi masker, lingkungan, serta tingkat paparan.

Hal ini menjadi krusial saat terjadi erupsi gunung berapi. Masyarakat nan tinggal cukup jauh dari sumber erupsi mungkin hanya terpapar abu vulkanik dalam jumlah relatif sedikit. Dalam kondisi tersebut, masker nan digunakan sebelumnya tetap dapat dipertimbangkan untuk dipakai kembali selama tetap memenuhi persyaratan.

“Kembali lagi ke masker nan direkomendasikan master untuk kondisi abu vulkanik saat ini memang nan direkomendasikan punya filtrasi 94 persen minimal. Itu memang enggak ada patokan berapa lama boleh dipakai lantaran beda dengan masker bedah biasa,” ujar dr. Henie.

“Kalau biasanya 4 jam itu udah kudu tukar lantaran sudah basah pasti jika kita bicara nempel. Kalau ini kan enggak, apalagi corak masker N95 alias KF94 alias KN95 itu macam-macam, ada nan bentuknya kaku, ada nan dia bentuknya kayak duckbill, jadi itu memang lebih elastis sih,” lanjutnya.

“Itu sebetulnya patokannya kudu berapa jam, enggak ada. Nah itu bisa dipakai lagi jika memang di kondisinya tetap baik. Artinya gini, kita mungkin enggak dalam kondisi nan dekat dengan wilayah erupsi, Jadi jika dekat wilayah erupsi kadang abunya banyak, sudah kotor, hitam,” jelas dr. Henie.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑