Tiwul merupakan makanan khas Jawa Tengah dan Jawa Timur nan berasal dari singkong alias jagung. Rasanya nan gurih dan manis, membuatnya banyak disukai dan juga dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat. Tapi, kondusif nggak sih untuk dikonsumsi bayi berumur 9 bulan?
Seperti nan dialami oleh seorang ibu pemilik akun IG @annisatj_12, nan kudu menghadapi bayinya menangis lantaran mau makan nasi tiwul.
Padahal, usianya baru 9 bulan, sehingga memunculkan pertanyaan dari ibunya sendiri, apakah boleh bayinya ikut makan tiwul?
Kata Dokter tentang Tiwul untuk Bayi
Menurut master ahli anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), sumber karbohidrat untuk bayi sebenarnya sangat beragam dan tidak terbatas pada nasi saja.
“Sumber karbohidrat itu banyak sebetulnya, bisa dari beras, jagung, singkong. Jadi jika ditanya boleh nggak bayi makan singkong? Boleh aja,” ujar dr. Reza pada kumparanMOM, Jumat (10/4).
Namun, dia menekankan, ada beberapa perihal krusial nan perlu diperhatikan sebelum memberikan tiwul pada bayi. Salah satunya adalah kandungan sianida pada singkong.
“Kandungan sianida pada singkong ini tinggi. Jadi jika dikonsumsi terlalu sering pada bayi dalam jumlah banyak tidak dianjurkan. Lebih bagus memilih sumber karbohidrat lain, misalnya nasi, gandum, dan lainnya,” lanjutnya.
Tiwul sendiri merupakan olahan dari singkong nan umumnya datang dalam dua jenis, ialah manis dan gurih. Sayangnya, kedua rasa ini tetap menjadi perhatian tersendiri untuk bayi di bawah usia 1 tahun.
“Untuk anak di bawah usia 1 tahun, jika bisa kita kudu menghindari makanan nan terlalu manis alias terlalu asin lantaran kelak preferensi makan anak bakal berubah,” jelas dr. Reza.
Jadi, bayi sebenarnya boleh saja mencoba tiwul, tetapi tidak dianjurkan sebagai sumber karbohidrat utama terlebih jika diberikan terlalu sering.
Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk mengutamakan sumber karbohidrat lain nan lebih kondusif dan sesuai untuk pencernaan bayi, seperti beras, gandum, jagung, roti, alias sagu.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·