Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana untuk kembali menggelontorkan stimulus ekonomi untuk kuartal II-2026 alias periode April-Juni 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, stimulus tambahan dibutuhkan bagi perekonomian domestik. Hal ini mempertimbangkan tetap besarnya tekanan ekonomi dunia kendati realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tetap bisa tumbuh sigap ke level 5,61% yoy, tertinggi sejak kuartal III-2022.
"Kita memandang semua variabel ekonomi nan ada dan kelihatannya pemerintah tetap bakal kasih stimulus tambahan perekonomian di kuartal II ini," kata Purbaya saat memimpin konvensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Purbaya belum mendetailkan rancangan stimulus nan telah disiapkan. Namun, dia menekankan stimulus itu bakal mendukung beragam program percepatan program strategis pemerintah, memperkuat investasi masuk ke dalam negeri, dan mendorong pembuatan lapangan pekerjaan.
Ia percaya diri, dengan beragam upaya pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi domestik, di tengah besarnya ketidakpastian ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini bisa bergerak ke level 6% yoy.
"Kita bakal sorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6% sampai akhir tahun," kata Purbaya.
Dalam kesempatan nan sama, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan paket insentif baru untuk kendaraan listrik roda dua maupun roda empat nan ditargetkan mulai bertindak pada awal Juni 2026.
Dirinya menjelaskan, Pemerintah menyiapkan insentif sekitar Rp 5 juta untuk setiap pembelian motor listrik baru untuk 100 ribu unit.
"Sudah saya bicarakan Dengan Pak Menteri Perindustrian dan juga sudah kita invokan kepada Menko Perekonomian.Anggarannya tetap kita hitung, tapi perbedaannya adalah untuk motor Kira-kira 5 juta per motor, 5 juta rupiah per motor untuk 100 ribu motor," ujarnya.
Sementara itu, untuk mobil listrik pemerintah menyiapkan skema insentif berbentuk pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah dengan besaran berbeda-beda. Terdapat kendaraan roda empat nan mendapatkan insentif hingga 100% PPN, sementara sebagian lainnya memperoleh potongan sekitar40% tergantung komponen baterai nan digunakan.
"Mobil itu bervariasi ada nan 100%PPNya ditanggung. Ada nan 40% tergantung baterainya, tapi jumlah mobilnya 100 ribu juga. Nanti anggarannya kita hitung dan kita siapkan nan jelas saya mau itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan," ujarnya.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·