Bocah laki-laki berumur 9 tahun tewas diserang anjing pemburu babi rimba di Jasinga, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kasus itu mencuat setelah ada penemuan mayit korban.
"Kronologinya pada hari Minggu (7/6), berasal adanya info siang hari, info nan masuk ke Polsek Jasinga mengenai penemuan mayit seorang anak laki-laki," kata KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Dwi Wiyanto, Senin (8/6/2026).
Dwi menyebutkan, dari hasil penyelidikan, tim Polres Bogor terungkap bahwa saat kejadian sedang ada pemburuan babi rimba menggunakan anjing. Pada saat bersamaan, korban berbareng seorang temannya nan sedang memancing diserang kawanan anjing nan sedang memburu babi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil penyelidikan, ditemukan ada aktivitas memburu babi dengan menggunakan anjing-anjing. Di mana ada beberapa ekor anjing nan mengejar dua anak nan kebetulan berada di area hutan, nan sedang melakukan aktivitas memancing," kata Dwi.
"Di mana satu anak sukses selamat, kemudian satu anak lagi nan terkorban meninggal bumi akibat digigit oleh anjing-anjing nan sedang melakukan aktivitas perburuan," imbuhnya.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengawal pengiriman sampel ke Puslabfor Bareskrim Polri mengenai kejadian bocah tewas diserang anjing pemburu. (dok Istimewa)
Ada Puluhan Pemburu Babi Saat Kejadian
Kapolsek Jasinga AKP Agus Hidayat menambahkan saat itu ada puluhan pemburu babi rimba di sekitar lokasi. Puluhan pemburu tersebut masing-masing membawa anjing untuk berburu babi hutan.
"Yang jelas jumlahnya (pemburu babi hutan) sesuai nan kita amankan itu ada 43 orang, iya itu pemburu babi rimba semua. Nah masing-masing pemburu itu membawa anjing untuk berburu," kata Agus dihubungi terpisah.
Puluhan pemburu tersebut, kata Agus, menyebar di sejumlah titik dalam satu area rimba untuk berburu babi. Salah satu kawanan nan berjumlah empat ekor anjing tiba-tiba menyerang korban hingga tewas.
"Jadi gini, itu kan mereka berbarengan tuh memburu babi hutan. Nah areanya itu kan luas bisa 10 hektare, 20 hektare, kan di sekitar rimba gitu kan," kata Agus.
"Nah kemudian mereka menyebar di beberapa titik, beberapa kelompok, nggak semua ngumpul di satu titik. Nanti titiknya ada golongan di pinggir, terus di tengah, alias di mana, jaraknya ada sekitar 5 kilometer alias lebih setiap titik. Nah mungkin nan menyerang korban itu nan titiknya berdekatan dengan korban," imbuhnya.
(sol/jbr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·