Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis siswa berjulukan Febi Yona (16) nan diduga lenyap ingatan lantaran keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, tidak menemukan gangguan.
Bobby mengatakan, pengecekan medis tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali.
"Dua kali melakukan medical check up menyeluruh, secara medis memang dinyatakan tidak ada gangguan," kata Bobby saat ditemui di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Rabu (9/9).
Bobby pun mengatakan, siswa tersebut juga diperiksa secara psikologis untuk mencari tahu apakah ada trauma alias tidak.
"Kami menyampaikan ini kan bukan hanya sakit medis. Artinya bukan hanya perutnya, sarafnya, ataupun nan diperiksa segala macam, tapi juga diuji traumanya," ujar Bobby.
Ia menuturkan, anak-anak siswa keracunan lainnya juga mempunyai trauma. Sehingga, pemeriksaan trauma dilakukan.
"Kita tahu tetap banyak anak-anak kita nan trauma. Karena mungkin bukan hanya nan keracunan, tapi juga nan memandang teman-temannya keracunan juga ada nan trauma. Nah, mungkin ini sekarang lagi dari kemarin baru dites tentang traumanya," ujar Bobby.
"Makanya sekarang bukan lagi bicara tentang medisnya, perutnya diperiksa, kepalanya diperiksa, bukan itu lagi, tapi lebih ke psikologinya. Nah, jadi dari kemarin psikiater juga sudah kita coba cek ini memang gangguan lantaran trauma alias nan lainnya," ucap Bobby.
Bobby juga meminta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk turun langsung mendampingi Febi Yona.
Hasil pemeriksaan terhadap trauma terhadap Febi Yona diperkirakan bakal keluar dalam waktu dua hari ke depan.
"Hasilnya kita tetap tunggu. Kami kemarin diminta sama pihak rumah sakit dan juga psikiaternya 'Pak, kasih kami waktu dua hari untuk menentukan apakah ini memang traumanya, apakah trauma ringan, trauma sedang alias trauma berat'. Ini nan hari ini mesti kita tunggu," imbuh Bobby.
Bobby menambahkan, para siswa nan tetap mengalami indikasi sakit perut ataupun pusing dalam pengobatan tetap dimasukkan ke dalam tidakhadir kehadiran.
"Kalau dia izin, tidak kita catat sebagai apa namanya tidak masuk, tapi absen. Tidak kita catat sebagai absen, tapi kelak ada pembelajaran setelah itunya tetap kita dampingi. Itu sudah disuruh disampaikan ke kepala sekolah juga," tutur Bobby.
Sebelumnya, seorang siswa SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, berjulukan Febi Yona (16) diduga lenyap ingatan akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8) lalu.
Ibu Febi, Elvinus Lusiana Sitanggang, menyebut saat itu indikasi keracunan baru dirasakan anaknya saat pulang ke rumah. Febi mengalami pusing kepala dan badannya gatal-gatal. Hingga akhirnya Febi dibawa ke rumah sakit dan diduga tak mengenali keluarganya.
Lalu, Elvinus membawa pulang anaknya, namun kondisi Febi menurun dan mengalami kejang-kejang. Di posisi itulah, Febi diduga mengalami lenyap ingatan.
"Waktu dia sudah kejang, enggak ingat lagi sama sekali," ujar Elvinus.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·